Workshop, Kemendikbud RI Undang Lembaga Adat Palahidu Binongko

image_pdfimage_print

 

Peliput: Duriani

WAKATOBI, BP – Keragaman budaya, adat istiadat serta kearifan lokal yang dimiliki Kecamatan Binongko khususnya di Lembaga Adat Palahidu menarik perhatian Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Hal itu dibuktikan dengan undangan Kemendikbud RI kepada Lembaga Adat Palahidu guna mengikuti Workshop Nasional Best Pratice Implementasi Penguatan Peran Tokoh Informal dan Lembaga Adat Lokal yang akan diselenggarakan di Palu, Sulawesi Tengah (28 September – 1 Oktober 2018).
Workshop dengan tema “Dari Palu Untuk Indonesia Yang Berbudaya” itu, Kemendikbud mengundang sejumlah lembaga adat di nusantara. Di Sulawesi Tenggara, hanya terdapat tiga lembaga adat yang mendapat perhatian dengan mendapatkan kesempatan mengikuti workshop.
La Amasida, Ketua Lembaga Adat Palahidu Binongko mengungkapkan jika Kemendikbud khususnya Dirjen yang menangani kebudayaan sangat tertarik dengan keragaman budaya, adat istiadat serta kearifan lokal yang ada di Lembaga Adat palahidu. Karena saat pagelaran Festifal Pulau Tukang Besi beberapa wwaktu lalu, perakilan Kemendikbud hadir langsung di pulau Binongko.
“Ibu Dirjen yang menangani kebudayaan hadir saat pelaksanaan Festival Pulau Tukang Besi beberapa waktu lalu. Saat itu ibu dirjen terkagum-kagum menyaksikan langsung pagelaran budaya dan kearifal lokal di Lembaga Adat Palahidu. Mungkin atas dasar itu sehingga Lembaga Adat Palahidu mendapat kehormatan mengikuti workshop ini,” ungkap La Amasida, di Wangi-Wangi Kamis (27/9/2018).
La Amasida, berharap dengan mengikuti kegiatan workshop nanti bisa mendapatkan tambahan pengalaman guna peningkatan kapasitas lembaga adat. Sehingga keragaman budaya, adat istiadat serta kearifan lokal yang ada di Lembaga Adat Palahidu bisa bertahan untuk Wakatobi sebagai daerah pariwisata.
“Hari ini saya berangkat menuju Palu. Semoga dengan kegiatan ini nanti bisa mendapatkan ilmu sehingga keragaman budaya dan kearifan lokal di wilayah Lembaga Adat Palahidu khususnya bisa terwariskan sebagai kekayaan budaya di Wakatobi. Karena kita tahu bahwa Wakatobi sebagai daerah pariwisata sehingga kita harus mempertahankan budaya lokal,” ujar La Amasida, yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Palahidu Barat Kecamatan Binongko. (*)

X

Pin It on Pinterest

X
Share This