BAUBAU, BP – Dalam menjalankan agenda kampanyenya, pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Asrun-Hugua memilih blusukan di beberapa pasar. Seperti di Kabupaten Buton, Calon Wakil Gubernur Sultra Hugua mendengarkan beberapa keluhan pedagang pasar setempat.

Hugua memilih kunjungan ke pasar, karena pasar sebagai pusat perekonomian masyarakat. Keluhan klasik para pedagang di beberapa pasar di Kabupaten Buton adalah kurangnya perputaran ekonomi karena masih terpengaruh dengan pasar di Kota Baubau.

“Di Pasarwajo keluhannya jelas, antara lain banyak pegawai Kabupaten Buton yang kembali ke Baubau. Itu menjadi keluhan karena daya beli masyarakat menjadi turun dan menurut saya itu harus dipertimbangkan Bupati Buton, karena APBD nya dari sana, maka seharusnya pegawai kabupaten yang berdomisili di kota harus ada rumah di sana, sehingga berbelanjanya juga di sana,” papar Hugua.

Lebih lanjut dijelaskan, indikator perekonomian di suatu daerah harus dilihat dari pasarnya. Jika dinamika pasarnya baik, maka perekonomian di suatu daerah juga meningkat.

Sehingga menurut putra Wakatobi ini, sudah saatnya pemerintah setempat mengembangkan perekonomian daerah dengan mengupayakan agar para pejabat hingga lini pegawai dapat berdomisili di Kabupaten Buton. Sehingga proses perputaran uang juga tinggi.

“Itu mutlak, hanya APBD dan uang di Pasarwajo, tapi belanjanya di Baubau, di kota ini sudah besar masa harus dibesar-besarkan lagi, bupatinya juga harus tinggal disana termasuk pegawai- pegawainya, itu permintaan masyarakat. Kalau terpilih Inshaallah kami akan komunikasikan dengan bupatinya,” tutupnya. (**)

Peliput: Zaman Adha

Visited 1 times, 1 visit(s) today