F01.8 Pembangunan jembatan Bailey jalan Trans Sulawesi di Sampara Kabupaten Konawe

KENDARI, BP- Putusnya akses jalan Trans Sulawesi di Desa Rauwa Kecamatan Sampara Kabupaten Konawe membuat aktivitas masyarakat terhambat. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XXI Sultra mengambil inisiatif membangun jembatan sementara (Bailey).

Jalan yang menghubungkan tiga provinsi di Sulawesi ini sudah putus total sejak beberapa hari lalu. Akibatnya beberapa jalan alternatif langsung diberlakukan dan dialihkan ke jalan penghubung lainnya.
Rute dari Kendari menuju ke Provinsi Sulawesi Tengah, Konawe, maupun Konawe Utara dapat mengakses jalan dari jembatan poahara melintas ke Sampara dan Andepali, tembus di pertigaan menuju Bandara Halu Oleo. Sementara dari wilayah Kabupaten Kolaka dan Kolaka Utara serta Provinsi Sulawesi Selatan, diarahkan memakai jalur Kota Kendari-Baruga-Konawe Selatan dan Motaha.

Menurut BPJN XXI Sultra, Dr Ir Yohanis Tulak Todingara MT, jika tidak ada halangan, jembatan Bailey dapat diakses pekan ini. Dalam pembangunan satu lajur jembatan sepanjang 60 meter, ditargetkan selesai paling lama 10 hari.

“Kalau memungkinkan kita pasang dua, jadi 60 meter kali dua. Satu lajur kita target seminggu sampai sepuluh hari,” jelas Yohanis ditemui pekan lalu.

Untuk memenuhi kebutuhan pengguna jalan dari dan keluar kecamatan terdekat, warga memakai alternatif angkut yang standby di area jembatan tersebut. Begitu pula bagi warga dan anak sekolah yang akan melintas di desa lainnya.

“Solusi untuk pejalan kaki maupun anak sekolah, kita buat semacam titian jembatan kayu,” tambahnya.

Peliput: Risnawati

Visited 2 times, 1 visit(s) today