BAUBAU, BP – Turis mancanegara asal Belanda menyempatkan diri berkunjung ke Kota Baubau. Salah satu Galeri Pomandu yang bertempat di Keluarahan Lipu Kecamatan Betoambari menjadi pilihan Edd dan Peggy berkunjung, pada Minggu (21/07).
Selain berkunjug ke Galeri Pomandu pasangan suami istri ini juga ingin melihat langsung pembuatan kerajian gerabah tradisional, yang langsung dipandu oleh pemilik Galeri Herlin.
Peggy melalui pemandunya Salam Buton mengungkapkan, tertarik untuk menyaksikan pembuatan gerabah, karena merupakan pengalaman pertamanya. Menurut dia prosesnya masih sangat tradisional sehingga hasilnya sempurna.
“Pembuatan gerabah ini dengan kesabaran, konsentrasi yang sangat ulet dan penuh cinta hingga proses pembakaran. Ini sangat spektakuler dan menarik,” ungkapnya.
Kunjungannya menempuh perjalan sekitar lima hari dengan tujuan langsung ke Kota Baubau, karena mereka mendapatkan informasi jika Sulawesi merupakan daerah yang masih natural. Mereka tidak ingin melihat Indonesia seperti Bali dan Jawa yang sudah tidak natural lagi.
“Akhirnya mereka langsung ke sini. Bila banyak yang datang mereka khawatir, status budaya bakal hilang seperti Bali, anaknya perempuannya sudah mengunjungi Bali, dan ia beranggapan Bali ibarat pulau tempat acara dan tidak natural lagi,” ulasnya.
Di tempat yang sama, pemilik Galeri Pomandu Herlin mengatakan, kunjungan ini merupakan salah satu langkah pengenalan budaya di lingkungan Lipu Katobengke kepada warga asing. Sehingga masyarakat sekitar pun sangat antusias akan kedatangan turis asal belanda ini.
” Mereka sangat antusias, karena sebelumnya belum pernah ada tamu asing. Sebagai masyarakat Kota Baubau terlebih sebagai putra asli lipu katobengke agar bagaimana kebiasaan itu terus berkembang,” katanya.
Herlin yang juga dikenal sebagai budayawan ini sangat megharapkan partisipasi Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Dinas Parawisata (Dispar) untuk memperkenalkan budaya yang masih tradisional kepada dunia khususnya pembuatan gerbah.
Peliput: Zul PS

