F4.1 Seminar awal mengenai kajian RTH di Kota Baubau

BAUBAU, BP- Bekerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Haluoleo Kendari, Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengadakan Seminar Penyusunan Buku Kajian Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH), rabu (31/07).

Kegiatan yang dibuka resmi oleh Wakil Walikota Baubau La Ode Ahmad Monianse itu, dihadiri sejumlah instansi terkait, kelurahan, dan akademisi dari Universitas Dayanu Ikhsanuddin dan Universitas Muhamaadiah Buton.

Dalam sambutannya, Monianse mengaku, RTH di Kota Baubau saat ini minim pengawasan. Hal itu berdampak pada rusaknya kawasan tersebut. Sehingga diperlukan sistem pengelolaan yang baik dari instansi terkait.

“Ini (RTH-red) perlu kita kelola dengan bijaksana, karena ketika kita tidak bisa mengelola lingkungan ini dengan bijaksana, maka akan berimbas pada kita sendiri, bisa saja akan berdampak pada bencana,” ucapnya.

Ia menegaskan, RTH di Kota Baubau saat ini perlu diatur oleh regulasi khusus, mengingkat persentasi RTH Kota Baubau saat ini baru 30 persen. “Jadi jangan kita salah dalam mengelola RTH kita,” tutur orang nomor dua di Kota Baubau itu.

Monianse ingin, seminar tersebut, outputnya mampu menghasilkan solusi dalam menjawab persoalan terkait pengelolaan RTH agar ebih baik lagi kedepannya. Instansi terkait diminta untuk mampu melakukan langkah-langkah pengantisipasian.

“Hasil dari kajian ini, kita mampu menyusun langkah-langkah strategis terhadap pengelolaan RTH kita ini,” pungkas politisi Kota Baubau itu. (*)

Peliput: Gustam

Visited 3 times, 1 visit(s) today