Dongkrak Kunjungan Wisatawan
PASARWAJO, BP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton akan menyelenggarakan Pemilihan La Oti dan Wa Oti, dalam Festival Pesona Budaya Tua Buton 2019. Hal ini untuk mendorong kemajuan pariwisata dan kebudayaan Kabupaten Buton
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buton, La Ode Zainuudin Napa saat dikonfirmasi beberapa awak media mengungkapkan, para muda-mudi yang mewakil wilayahnya, harus berkompetisi secara ketat di seluruh wilayah Kabupaten Buton. Sehingga, pada pemilihan itu untuk menghasilkan duta Buton yang mempunyai wawasan luas baik kepariwisataan, kebudayaan maupun wawasan secara umum, yang turut mendongkrak angka kunjungan wisatawan ke Buton
“Bukan saja berparas tampan dan cantik, para finalis akan diadu wawasan pariwisata, menguasai bahasa Wilio, kemampuan berbahasa Inggris, serta pengetahuan umum, dan juga talenta atau bakat. Sehingga, para finalis harus bisa menunjukkan ke dewan juri kemampuan dan wawasanya, khsusunya budaya dan kepariwisataan Buton,” jelasnya.
Pendaftaran La Oti dan Wa Oti, di buka untuk SMA sederajat, Perguruan Tinggi, Utusan kecamatan serta kalangan umum. Peserta La Oti dan Wa Oty dibatasi usia minimal 15 tahun dan maksimal 24 tahun dengan berpenampilan menarik serta memiliki tinggi badan minimal 157 untuk Wa Oti dan 168 untuk La Oti.
“Pendaftaran telah dibuka sejak 1 Agustus kemarin. Untuk pakaian buton yang akan digunakan, La Oti akan mengenakan Ajo Bhantea sedangkan La Oti mengenakan Ajo Bhantea,” tuturnya.
Dengan terpilihnya La Oti dan Wa Oti, akan menjadi simbol kebudayaan Buton, dimana kedepan akan mewakili Buton di ajang pemilihan tingkat Provinsi atau Pusat, sebagai ikon Pariwisata dan mempromosikan pariwisata dan kebudayaan Kabupaten Buton.
Peliput: Hengki TA

