Lestarikan Kebudayaan Tradisional
WAKATOBI, BP, Pemerintah Daerah (Pemda) Wakatobi melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menggelar Festival silat tradisonal Wakatobi di halaman kantor Bupati pada Selasa (06/08).
Saat dikonfirmasi koran ini, Ketua Panitia penyelenggara Festifal Silat Tradisional Wakatobi Tasri SPd MSi mengungkapkan kegiatan pertunjukkan silat dihadiri oleh perwakilan seluruh karang taruna dan beberapa sanggar se-Kabupaten Wakatobi. Hal itu dilakukan untuk melestarikan budaya pencak silat tradisional yang dinilai kian memudar oleh perkembangan zaman, sehingga kehilangan identitas dan nilai kebudayaannya.
” Yang ada, dari Tomia, Binongko Kaleduapa, Wanci dan Oraganisasi Perangkat Daerah (OPD) juga ikut, namun tidak semua. Jumlah keseluruhan sebanyak 19 pasang. Utamanya di wangi-wangi, silat adat ini yang berkembang di masyarakat sudah mulai bergeser istilahnya bukan silat seperti ini lagi, yang ada sudah seperti gulat,” Ulasnya.
Untuk itu, diharapkan nilai budaya silat tradisional dapat tumbuh dan memasyarakat. Sehingga jika ada momentum perkawinan, sunatan massal, atau kegiatan adat lainnya, masyarakat dapat menampilkan pertunjukan silat tradisional sebagai penyempurnaan kegiatan.
” Ini yang di adakan bukan silat yang kemudian dapat menimbulkan permusuhan,” tandas Tasrif.
Di tempat yang sama, salah satu tokoh adat Mandati Raya H Mansur B mengatakan pagelaran silat mempunyai nilai seni tersendiri, karena memiliki aturan main seperti tidak boleh mengenai kepala lawan.
Olehnya itu, Mansur juga berpesan kepada generasi muda yang ingin belajar seni pencak silat tradisional agar dapat dibekali dengan ilmu dan tata cara yang jelas, sehingga mereka dapat mengetahui akibat dari pagelaran pencak silat.
” Karena bila sudah paham makan akan hilang permasalahan, pesan saya ke generasi muda, kalau mau main harus belajar baik baik, cari guru yang baik karena silat memiliki nilai luhur dan jangan dahulukan emosi,” pugkasnya.
Peliput: Zul PS

