F4.4 Rajlun 1Kepala Disperindag Kota Baubau Radjlun

BAUBAU, BP- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menyebut, harga hewan kurban khususnya sapi di Kota Baubau saat ini mengalami peningkatan dibanding tahun lalu. Hal itu dipicu tingginya permintaan masyarakat terhadap hewan kurban.

Kepala Disperindag Kota Baubau Radjlun mengungkapkan, peningkatan harga sapi tahun ini mencapai 30 persen. Jika tahun lalu harga satu ekor sapi berkisar Rp 6 juta ke atas, tahun ini meningkat hingga Rp 8 juta ke atas.

“Sekarang itu harga sapi memang meningkat sekitar 20-30 persen, yang dulu harga Rp 6 juta, sekarang bisa sampai Rp 8 juta per ekor, karena memang permintaan pasar yang tinggi,” ungkapnya.

Bahkan, untuk sapi ukuran besar bisa mencapai harga Rp 10 juta lebih. “Itu yang harga Rp 8 juta, masih kecil-kecil sapinya. Dibanding tahum lalu itu, harga sapi memang meningkat,” ucap Radjlun.

Ia menyebut, pasokan hewan kurban untuk Kota Baubau banyak berasal dari luar daerah, seperti Kabupaten Buton dan Muna. “Ada yang dari buton, muna, sampai di raha sana, itu semua dijual di sini (baubau-red),” tuturnya.

Radjlun menjelaskan, banyak daging sapi kemasan yang dijual di supermatket tidak dilirik masyarakat. Masyarakat lebih tertarik membeli daging yang baru disembelih di pasaran. Padahal, menurut dia, antara keduanya tidak ada bedanya.

“Sebenarnya di supermarket itu ada daging kemasan, tapi kan kebiasaan kita ini harus daging di sembeli yang dibeli,” ulasnya.

Kendati demikian, dipastikannya, untuk harga sembilan bahan pokok (sembako) jelang Idul Adha cenderung stabil. “Untuk harga yang lain saya kira masih stabil,” tutup Radjlun. (*)

Peliput: Gustam

Visited 2 times, 1 visit(s) today