WAKATOBI, BP – Ratusan gadis di Kecamatan Wangi-wangi Kabupaten Wakatobi mengikuti ritual Mandi Bijajari (Mandi bidadari- Red), yang merupakan bagian dari salah satu rangkaian Festival Benteng Tindoi Maleko II.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Wakatobi melaui kontribusi pihak Kecamatan Wangi-wangi, diselenggarakan di Desa Patuno, Selasa (20/08). Mandi Bijajari diikuti para gadis se-Kecamatan Wangi-wangi, dengan menggunakan pakaian adat sebagai busananya.

Pada momentum tersebut, turut dihadiri orang nomor satu Wakatobi H Arhawi SE MM serta para tokoh Adat, Sara, dan tokoh Kebudayaan La Kamaludin. Kegiatan itu disempurnakan dengan lagu tradisional yang dikenal dengan khabanti-bantia sebagai pengiringnya.
Untuk menjaga kondusifitas selama berlangsungnya kegiatan, Pemda Wakatobi menurunkan puluhan personil Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), bakal memaksimakan pengamanan dan penertiban.
Ditambahkan, sebelum melakukan prosesi mandi Bijajari para tokoh adat, tokoh sara, dan para gadis duduk bersama di bibir pantai yang telah dialaskan nipan atau tikar terbuat dari daun kelapa hijau yang telah dianyam.
Peliput: Zul PS

