BAUBAU, BP- Dana kelurahan kini telah bergulir. Para lurah dituntut untuk memanfaatkan dana ratusan juta tersebut dengan baik sesuai aturan yang ditetapkan.
Untuk memastikan itu, Wakil Walikota (Wawali) Baubau La Ode Ahmad Monianse akan turun langsung melakukan pengawasan. Ia tidak ingin, lurah di Kota Baubau tersangkut kasus dana kelurahan, seperti halnya kepala desa yang terjetat kasus dana desa.
“Itu (dana kelurahan-red) akan menjadi wilayah pemantauan saya, sebagai wilayah pengawasan saya, akan saya lakukan itu, makanya di setiap ada pertemuan dengan para lurah, sy selalu sampaikan itu,” kata Monianse kepada sejumlah wartawan, rabu (21/08).
Orang nomor dua di Kota Baubau itu menegaskan para lurah agar tidak takut dalam mengelola dana kelurahan. Selama sesuai koridor, penggunaannya akan berjalan dengan baik. Sehingga tidak perlu ada yang ditakutkan.
“Tidak perlu takut, karena ada rambunya, sama halnya kita naik kendaraan, kalau tidak sesuai rambu, tentunya kita was-was,” tegas mantan anggota dewan di Kota Baubau itu.
Monianse juga menegaskan, kepada para lurah yang tidak nyaman, karena mendapat pengawasan ketat dalam pengelolaan dana kelurahan, agar mungundurkan diri. Lurah mempunyai tanggung jawab dalam membangun daerah, salah satunya dengan pemanfaatan dana kelurahan.
“Kalau ada lurah yang beralasan kalau dia ragu-ragu dalam pemanfaatkan dana kelurahan, sehingga membuat progresnya menjadi lambat, lebih baik dia mundur,” imbaunya.
Kendati demikian, ia menilai, pemanfaatan dana kelurahan di Kota Baubau berjalan dengan baik. Berdasarkan hasil pantauannya, telah ada beberapa kelurahan yang kerja nyatanya sudah kelihatan.
“Paling tidak di beberapa kelurahan saya lihat mereka sudah jalan, seperti pengecekan lorong-lorong, seperti di wale, walaupun secara umum saya belum mendapatkan laporannya,” pungkasnya.
Peliput: Gustam

