F3.2 Salah satu kelompok Desa Longa yang mengukuti pelaksanaan Festifal Benteng Tindoi Maleko II yang digelar Kecamata Wangi Wangi.Salah satu kelompok Desa Longa yang mengukuti pelaksanaan Festifal Benteng Tindoi Maleko II yang digelar Kecamata Wangi-Wangi.
  • Sabarudin: Kegiatan Ini Untuk Menjawab Tantangan Pemda Wakatobi

WAKATOBI, BP – Menjawab tantangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wakatobi melalui Dinas Parawisata (Dispar), Kecamatan Wangi-wangi sukses menggelar Festival Benteng Tindoi-Maleko II.

Untuk diketahui, kegiatan itu digelar tanpa suntikan dana sepeser pun dari Pemda Wakatobi. Saat membawakan laporannya, Minggu (18/08), Camat Wangi-wangi Sabarudin SPd mengungkapkan kegiatan Festival Benteng Tindoi-Maleko II digelar untuk menjawab tantangan Pemda yakni menyelenggarakan acara besar tanpa mengandalkan anggaran besar dari pemerintah. Namun harus memaksimalkan peran serta kontribusi seluruh masyarakat Wakatobi sebagai bentuk partisipasi.
“ Festifal tindoi maleko yang ke dua ini menjawab tantangan itu, sekaligus menjadi percontohan. Karena di DPA Kecamatan Wangi-wangi tidak ada sesenpun anggaran untuk festifal ini, ini murni lahir berkat partispasi dan peran serta masyarakat Wangi-wangi, ” ungkapnya.

Sabarudin menambahkan, penyelenggaraan kegiatan ini juga dalam rangka menompang serta mendukung target harapan Pemda Wakatobi, sebagai salah satu top ten Destinasi Wisata Nasional. Olehnya itu, ia mengajak seluruh eleman masyarakat agar mencipatakan rasa nyaman, damai, tertib, dan sejaterah.

“ Kita berharap agar kegiatan ini mampu menjaring kembali budaya-budaya lokal, serta selalu digali dan mudah-mudahan nilai-nilai ini dapat dimanfaatkan dan bisa berdampak positif untuk generasi muda yang akan datang,” jelasnya.

Ditambahkan, Bupati Wakatobi H Arhawi SE MM saat membawakan sambutan sekaligus membuka acara Festival Benteng Tindoi-Maleko II, mengungkapkan bahwa Kecamatan Wangi-wangi telah dua kali menyelenggarakan acara tersebut, pada lokasi yang berbedah.

“ Ini artinya, bahwa kita meginginkan semua festifal dan kegiatan budaya yang kita dorong dan kita angkat akan kita sebar, mudah-mudahan kegiatan festifal yang akan laksanakan hari ini akan memiliki dampak ekonomi terhadap seluruh masyarakat pulau Wangi-wangi,” katanya.

Amatan koran ini, kegiatan Festival dirangkaikan dengan pembacaan doa Tolak Bala dan doa Selamat untuk Kabupaten Wakatobi, oleh tokoh Adat Sara Kadie Wanse, Mandati, Kapota dan Lia. Usai pembacaan doa, para tokoh Adat saling bersalaman dengan Bupati/Wakil Bupati Wakatobi serta bersama-sama membuka isi tumpeng yang berisikan hidangan makanan khas Tradisional.

Peliput: Zul PS

Visited 2 times, 1 visit(s) today