Dialog Kebangkitan
BAUBAU, BP- Memperingati Hari Kebangkitan Nasional, Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau menggelar Dialog Kebangkitan di salah satu hotel di Kota Baubau, senin (26/08).
Dialog yang dihadiri puluhan siswa dari berbagai SMA dan SMP di Kota Baubau itu, mengangkat tema Baubau Bangkit untuk Bersatu. Hadir sebagai pembicara Rektor Universitas Muhammadiah (UM) Buton Wa Ode Alzarliani dan Salah seorang Wakil Rektor Universitas Dayanu Ikhsanuddin Baubau Andi Tendri.
Digagas oleh Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kota Baubau, kegiatan tersebut dibuka resmi oleh Wakil Walikota Baubau La Ode Ahmad Monianse.
Dalam sambutannya, Monianse menekankan, kepada generasi generasi muda untuk menanamkan nilai-nilai budaya PO5 (Poma’masiaka, Pomae’maeaka, Poangka’angkataka, Popia’piara, Pobhinci’bhinciki Kuli) ke dalam jiwanya.
“Kegiatan kita hari ini, kalau tidak ada point itu (PO5), pastinya kita ini akan bubar, contohnya begini, kalau tidak ada poma’masiaka, pasti akan selalu ada pertentangan,” tekannya.
Orang nomor dua di Kota Baubau itu menilai, kegiatan tersebut sangat tepat diadakan, mengingat perkembangan revolusi industri 4.0 saat ini, membuat kesatuan dan persatuan generasi muda memudar.
“Dengan adanya revolusi industri 4.0 ini sangat mendominasi kehidupan kita, olehnya itu sangat tepat hari ini kita mengambil semangat kebangkitan kita,” tutur Monianse.
Pemerintah saat ini, lanjut Monianse, akan lebih mengedepankan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) saat ini, sebagai pondasi awal dalam percepatan pembangunan infrastruktur daerah kedepannya.
“Pendekatan pembangunan untuk lima tahun depat itu akan banyak didominasi program-program pengembangan SDM,” ulas mantan anggota dewan Kota Baubau itu.
Sementara itu, Ketua Panitia Dialog Ary Rahmat mengaku, rimis melihat banyaknya isu-isu hoax yang kerap memicu provokasi saat ini. Maka melalui dialog tersebut, persatuan dan kesatuan digemakan.
“Dialog kebangkitan ini adalah momen menumbuhkan spirit semangat dan kesatuan. Kita ketahui bersama bahwa banyak isu-isu yang memecah bela bangsa, hal itu banyak terjadi di kalangan pemuda-pemudi,” ujarnya.
Kegiatan tersebut, kata dia, guna menumbuhkan semangat kebangsaan generasi muda. “Tujuan dari pada dialog ini, untuk meningkatkan rasa nasionalisme, persatuan dan kesatuan di kalangan generasi muda,” tandas Ary. (*)
Peliput: Gustam

