WAKATOBI, BP – Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Wakatobi optimis, Pendapatan Asli Daerah (PAD) khususnya pada pengelolaan sampah bakal memenuhi target minimal, bahkan diperkirakan dapat melampaui target maksimal.
” Tahun ini kita rencanakan hingga Rp 115 Juta, sekarang sudah lebih setengahnya. Kami sangat optimis hingga pada bulan Desember nanti, sudah mencapai bahkan melampau harapan kita,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Wakatobi Jemuna SPd MPd saat dikonfirmasi Baubau Post pada beberapa waktu lalu.
Dikatakannya hal itu mungkin saja terjadi, sebab penarikan retribusi yang dilakukan oleh pihak DLH Wakatobi berjalan baik dan dilakukan secara intensif satu bulan sekali, dengan nilai sebesar Rp 2 Ribu per Kepala Rumah tangga. Kendati demikian, masih ada beberapa kalangan masyarakat yang mengeluh dengan kebijakan tersebut.
” Kadang2 masih ada juga masyarakat yang marah-marah. Namun saya selalu sampaikan ke masyarakat bahwa jika banyak sampah dirumah, kemudian menyuruh Ojek untuk Membawa ke TPS atau TPA maka harus mengeluarkan uang sebesar RP 5 Ribu dalam sekali angkut, itupun belum tentu mereka mau apa lagi satu bulan. Sementara kami dari Pemerintah hanya Rp 2 Ribu untuk satu bulan,” jelasnya.
Ditambahkan, data PAD tahun 2018 lalu juga terbilang melampaui terget maksimal yakni Rp 100 Juta, menghasilkan Rp 115 Juta. Tutup.
Peliput: Zul Ps

