Bombana, BP – Perkebunam milik warga Desa Pongkalaero Kecamatan Kabaena Selatan Kebupaten Bombana, rusak parah akibat longsong yang disebabkan oleh aktifitas penambangan PT Tambang Bumi Selawesi (TBS).
Amatan Baubau Post, kondisi struktur tanah yang berada di lokasi kebun miliki warga tampak retak/terbelah. Namun ada beberapa yang nyaris losngsor dengan diameter hingga 1 Meter. Mirisnya, ada beberapa pohon jambu mete milik warga yang tumbang akibat retakan tersebut.
Saat dikonfirmasi awak media pada beberapa waktu lalu, Salah satu pemilik lahan Umi Kalsum mengungkapkan perkebunan jambu mete yang luasnya kurang lebih Satu Hektare tersebut sudah lama dikelola oleh keluarganya. Setiap tahunnya kebun ini selalu menghasilkan, bahkan menjadi andalan untuk penyokong kehidupan keluarga.
Namun setelah hadirnya PT TBS di Desa Pongkalaero, hasil panen jambu mulai berkurang, bahkan tanahnya retak sehingga membuat beberapa pohon jambu miliknya jadi tumbang.

“ Sebelum hadirnya tambang di Pongkalaero, lahan kami nda pernah mengalami hal semacam itu, tiap tahun panen melimpah, setelah hadirnya tambang, buahnya sudah mulai berkurang, bahkan tanahnya retak, longsor dan sebagian pohon tumbang,” keluhnya.
Menanggapi hal itu, ia sering kali menyampaikan keluhannya ke PT TBS. Sebagai bentuk pertanggung jawaban, pihak perusahaan bersepakat untuk mengganti rugi sejumlah kerusakan lahan milik Umi Kalsum. Kendati demikian, hingga saat ini pihak keluarga belum pernah menerima hasil kesepatan tersebut.
” Sudah lima kali perusahaan adakan pertemuan, tapi tidak ada hasilnya. Bahkan, pihak perusahaan malah berikan tawaran yang tidak sebanding dengan kerusakkan kebun saya,” tuturnya.
Umi menegaskan, jika PT TBS memberikan tawaran yang tidak sebanding, spontanitas ia tidak akan melepas lahannya ke pihak Perusahaan tambang, meski kondisi lahannya telah longsor total.
“ Tuntutan kami khususnya warga yang juga terkena imbasnya, agar PT TBS membayar ganti rugi atau ganti untung atas kerusakan lahan kebun milik kami.” pungkasnya.
Untuk diketahui, hingga saat diterbitkannya berita ini, Baubau Post belum mendapatkan klarifikasi resmi dari PT TBS, sebab pihak perusahaan belum bisa dihubungi. Tutup.
Peliput : Agus Saputra
