BAUBAU, BP- Gedung penguji kenderaan yang dimiliki oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Baubau sudah berjalan sejak Juli. Fasilitas ini disambut atusias masyarakat yang akan mengecek kelaikan kendaraannya.
Kadis Perhubungan Baubau Idrus Taufik mengatakan, pihaknya telah melakukan sosialisasi terkait alat penguji kendaraan roda empat melalui baliho. Hasilnya kata dia, sudah muncul kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kendarannya.
“Sudah berjalan kurun waktu satu bulanan terakhir, Alhamdulilah masyarakat yang mempunyai roda empat ke atas untuk angkutan barang dan angkutan manusia, lahir kesadaranya berkunjung ke Dinas Perhubungan untuk memeriksakan kendaraannya,” katanya.
Dijelaskan, dalam pelaksanaan pengujian yang dilakukan, ada beberapa item yang akan diuji antara lain putaran mesin, putaran ban, uji emesi tingkat polusi, fungsi klakson, pencahayaan dan beberapa komponen lainya.
“Semua serba komputerisasi dan digitalisasi,” sebutnya.
Dari beberapa daerah di Sulawesi Tenggara yang mencoba mengajukan untuk bisa memiliki ruangan penguji kenderaan, hanya Kota Baubau yang mendapatkan rekomendasi kesempatan untuk bisa memiliki rungan penguji kenderaan.
“Karena ini sudah berjalan, kita tingkatkan uji kenderaan bermotor, walupun sudah ada enam daerah yang siap dengan fasilitasnya, karena mereka belum diperiksa oleh tim dalm kesiapan kesediaannya itu belum direkomendasi, hingga saat ini baru Baubau,” jelasnya.
Dengan menambah alat uji kendaraan, pihaknya berharap gedung pengujian Kendaraan Dishub Baubau dapat meningkat kelasnya. Pihaknya memastikan gedung yang saat ini masih bertipe C, dapat meningkat menjadi tipe B.
Untuk jumlah kenderaan yang sudah melakukan pengujian kelayakan kendaraan sudah tergolong banyak hingga bulan Agustus. Pihaknya mencatat sekitar 130 kendaraan.
Pihaknya memperbolehkan daerah lain untuk melakukan pengujian kendaraan di Dishub Kota Baubau, dengan catatan membawa surat rujukan dari Dishub daerah asal. Jika selama melakukan pengujian ada hambatan, pihaknya akan menyuruh kepada pemilik kendaraan untuk kembali ke bengkel.
“Metode pengujianya itu apabila kadarnya atau sesuatunya itu datanya tidak sesuai kami mengeluarkan rekomendasi untuk kembali ke bengkel agar diperbaiki sebelum kami mengeluarkan buku uji,” pungkasnya. (#)
Peliput: LM Syahrul

