Epaper Koran Harian Baubau Post Edisi 10 Juni 2026
baca Epaper Koran Harian Baubau Post Edisi 10 Juni 2026 Versi PDF
baca Epaper Koran Harian Baubau Post Edisi 10 Juni 2026

baca juga Epaper Koran Harian Baubau Post Edisi lainnya:
baca berita lainnya:

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Baubau, Amiruddin, S.Kel., M.Si., mengatakan operasional bank sampah kini bersifat sementara atau menyesuaikan dengan jumlah sampah yang terkumpul.
“Kalau bank sampah di Kilo Lima itu masih beroperasi, tetapi belum optimal lagi. Sekarang sifatnya temporer, tergantung sampah yang terkumpul baru dilakukan pencacahan,” ujarnya saat diwawancara diruang kerjanya, Senin (8/6/2026).
Menurutnya, pengolahan sampah plastik yang sebelumnya aktif dilakukan kini mengalami kendala. Salah satu penyebabnya adalah keterbatasan fasilitas pendukung serta perubahan pola penjualan sampah oleh para pengumpul.
Ia menjelaskan, banyak pengumpul sampah, baik dari internal maupun luar DLH, lebih memilih menjual langsung sampah plastik ke pengepul karena dinilai lebih cepat dan praktis dibanding harus melalui proses pengolahan terlebih dahulu.
“Para pengumpul sekarang lebih memilih langsung menjual sampah plastik ke pengepul yang ada karena dianggap lebih efektif,” katanya.
Meski demikian, DLH Kota Baubau berencana mengaktifkan kembali sejumlah bank sampah agar pengelolaan sampah dapat lebih maksimal.
Amiruddin menyebut, saat ini terdapat beberapa bank sampah yang dikelola DLH, namun yang benar-benar berjalan efektif dan mandiri baru satu lokasi, yakni bank sampah di kawasan Gudang Putih menuju Universitas Muhammadiyah Buton (UMB).
Menurutnya, operasional bank sampah tersebut cukup optimal karena mendapat dukungan pengelolaan sampah dari kapal milik PT Pelni.
DLH Kota Baubau sebelumnya telah berkoordinasi dengan pihak Pelni agar sampah dari kapal tidak langsung dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), melainkan terlebih dahulu dipilah dan diolah di bank sampah.
“Kami sudah koordinasi dengan Pelni supaya sampah kapal tidak langsung dibawa ke TPA, tetapi masuk dulu ke bank sampah. Setelah dipilah dan diolah, residunya baru dibuang ke TPA,” jelasnya.
Ia mengatakan kebijakan tersebut berdampak signifikan terhadap pengurangan volume sampah yang masuk ke TPA. Bahkan, sejak mulai diterapkan pada Januari lalu, sampah kapal Pelni yang masuk ke TPA disebut hanya tercatat sekali selama bulan Ramadan.
Adapun jenis sampah yang banyak diolah dari kapal Pelni di antaranya botol plastik air mineral dan kardus bekas.
Sementara itu, terkait kondisi TPA Kota Baubau, Amiruddin mengungkapkan volume sampah terus mengalami peningkatan setiap tahun sehingga kondisi TPA mulai mendekati kapasitas maksimum.
“Kalau sampah semakin banyak, otomatis kondisi TPA sudah hampir overload,” ujarnya.
Meski demikian, ia memperkirakan TPA masih dapat digunakan dalam kurun waktu satu hingga dua tahun ke depan. Karena itu, DLH menilai langkah pengurangan sampah melalui pengolahan dan daur ulang menjadi solusi utama untuk mengurangi beban TPA.
baca juga:
- Kadishub Baubau La Ode Muh Takdir Sebut Penataan Parkir Jadi Program Prioritas Dishub Kota …
- Realisasi APBN Hampir Rp4 Triliun, KPPN Baubau Apresiasi Sembilan Satker Berkinerja Baik, Berikut Daftar Instasinya
DLH Kota Baubau juga telah merencanakan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dan TPS3R sebagai bagian dari upaya reduksi sampah. Namun rencana tersebut masih menghadapi kendala keterbatasan anggaran.
“Kuncinya sekarang bagaimana mengurangi sampah yang masuk ke TPA melalui pengolahan. Kami berharap ada dukungan anggaran dari pemerintah untuk pengembangan fasilitas pengolahan sampah,” tutupnya.(*)


