Epaper Koran Harian Baubau Post Edisi 14 September 2026
BACA Epaper Koran Harian Baubau Post Edisi 14 September 2026 Versi PDF
baca Epaper Koran Harian Baubau Post Edisi 14 September 2026

baca juga Epaper Koran Harian Baubau Post Edisi lainnya:
- Epaper Koran Harian Baubau Post Edisi 10 September 2026
- Koran Online Baubau Post Edisi 09 September 2026
baca berita lainnya:
BUTON TENGAH, BAUBAUPOST.COM – Kepala SD Negeri 9 Lakudo Bute Ertina, S.Pd.SD., menempatkan penguatan kualitas pembelajaran dan pembenahan sarana sebagai bagian penting dalam pengembangan sekolah sejak dipercaya menjabat pada 2 Januari 2019. Selama tujuh tahun kepemimpinannya, lingkungan sekolah diperbaiki, sejumlah fasilitas direhabilitasi, sementara kebutuhan ruang perpustakaan masih menunggu tindak lanjut setelah pembaruan data sekolah dilakukan. “Kepsek Ertina Perkuat Mutu SDN 9 Lakudo-Buton Tengah, Pembenahan Sarana dan Pembangunan Perpustakaan Jadi Prioritas,”

Salah satu perubahan yang paling terlihat berada pada lingkungan sekolah. Ertina yang sebelumnya telah mengajar di sekolah itu sejak 2007 melanjutkan sejumlah program kepala sekolah terdahulu, kemudian menata kembali taman dan penghijauan. Langkah tersebut dilakukan karena kondisi sekolah sebelumnya dinilai masih relatif tandus. “Kalau program sebelumnya baik, saya lanjutkan. Kemudian ada hal-hal yang perlu diperbaiki di sekolah ini,” kata Ertina.
Pembenahan fisik juga berlangsung selama masa kepemimpinannya. Dua bangunan sekolah direhabilitasi, disertai pembangunan atau perbaikan pagar, musala, dan toilet melalui dukungan program pemerintah. Perubahan tersebut menjadi bagian dari upaya menyediakan lingkungan belajar yang lebih layak bagi peserta didik.
Dari sisi penerimaan murid, sekolah tetap menjadi salah satu pilihan masyarakat sekitar meski berada di tengah keberadaan sejumlah sekolah dasar lain. Target awal penerimaan adalah satu rombongan belajar setiap tahun dan umumnya tercapai. Pada 2026 sekolah menargetkan dua rombel, tetapi baru satu rombel yang terealisasi dengan jumlah siswa meningkat hingga sekitar 28 orang. “Yang kita targetkan memang satu rombel dan itu tercapai. Tahun ini targetnya dua rombel, tetapi yang tercapai baru satu dengan jumlah siswa yang meningkat,” ujarnya.
Kebutuhan yang masih menjadi perhatian adalah ruang perpustakaan. Selama ini sekolah memanfaatkan ruang kelas untuk fungsi tersebut sehingga pencatatan pada Dapodik sebelumnya membuat sekolah tercatat memiliki perpustakaan. Setelah mendapat masukan dari dinas pendidikan dan BPMP, data itu diperbaiki dengan mencatat bahwa sekolah belum memiliki ruang perpustakaan khusus. Perubahan data tersebut kini menjadi bagian dari proses pengusulan bantuan.
Sementara itu, kondisi tenaga pendidik dinilai relatif mencukupi. Sekolah memiliki 12 orang, terdiri atas Ertina sebagai kepala sekolah, tujuh PNS, tiga P3K penuh waktu, satu P3K paruh waktu, dan satu tenaga honorer. Ertina menyebut jumlah tersebut bahkan terdapat satu tenaga yang lebih. Ia juga mengapresiasi kedisiplinan guru, termasuk tiga guru yang berdomisili di Kota Baubau dan harus menggunakan speedboat, tetapi tetap tiba sebelum pukul 06.30 dan pulang sesuai waktu kerja.
Pembenahan sekolah tersebut berada dalam konteks perjalanan panjang pendidikan Indonesia. Sejak awal kemerdekaan, pendidikan ditempatkan sebagai bagian penting pembangunan bangsa; Ki Hadjar Dewantara bahkan dipercaya menjadi Menteri Pengajaran pertama pada 19 Agustus 1945. Sebelumnya, pada 3 Juli 1922, ia mendirikan Taman Siswa sebagai bagian dari perjuangan memperluas akses pendidikan bagi masyarakat. Di tingkat global, pendidikan dasar juga menjadi agenda pembangunan internasional. UNESCO mencatat pendidikan sebagai instrumen penting pembangunan dan kemudian SDG 4 menetapkan sasaran pendidikan yang inklusif, bermutu, serta kesempatan belajar sepanjang hayat bagi semua.
baca juga:
- Lomba Lagu Kebangsaan, Buteng Run 10K, dan Turnamen Futsal Bupati Cup Jadi Ajang Spesial ….
- Realisasi Pendapatan Asli Daerah Buton Tengah Capai Target Positif Semester 1 Tahun 2026, Didominasi PBB dan Opsen Pajak Kendaraan, Digitalisasi Pajak Siap Diterapkan Mulai Tahun Depan
Karena itu, Ertina menegaskan pengembangan sekolah tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kualitas proses belajar. Guru bersama pihak sekolah, kata dia, terus mengevaluasi pembelajaran agar peserta didik berkembang secara akademik maupun karakter. “Kami bersama guru-guru selalu berkomitmen untuk terus memajukan siswa. Kami terus mengevaluasi proses pembelajaran agar anak-anak bangsa bisa menjadi lebih cerdas,” katanya.(*)



