Peliput: Gustam
BAUBAU, BP- Wakil Walikota Baubau La Ode Ahmad Monianse menyebut sistem pengadaan barang dan jasa merupakan area yang rawan korupsi. Untuk itu, kepada para pejabat pengadaan diwanti-wanti agar taat aturan.
Ditemui seusai menghadiri Sosialisasi Sertifikasi Kompetensi Pengadaan Barang dan Jasa, kamis (11/04), Monianse mengungkapkan bahwa penjabat pengadaan barang dan jasa mesti berkompeten. Yang paling utama adalah yang memahami aturan.
“Kita ketahui bersama bahwa area pengadaan ini area rawan korupsi. Kalau ini dimainkan oleh orang-orang berkompetensi, maka kemungkinan untuk disalah gunakan itu minim, karena dia tahu aturan dan mempunyai keterampilan,” ungkapnya.
Alasan Monianse menyatakan hal tersebut karena sistem barang dan jasa yang banyak peminatnya. Sementara anggarannya terbatas. Hal itulah yang menjadi pemicu pelaku pengadaan barang dan jasa mudah diiming-imingi untuk berbuat “nakal” dalam sistem pengadaan.
“Jabatan pengadaan itu adalah jabatan yang rawan dengan iming-iming. Karena anggaran untuk pengadaan itu ada keterbatasan, sementara eminatnya tinggi. Itu memungkinkan untuk semua orang melakukan hal yang tidak sehat, karena saling berebut,” jelasnya.
Kendati demikian, orang nomor dua di Kota Baubau itu yakin pejabat pengadaan barang dan jasa di Kota Baubau sudah bagus. Jika didukung dengan kompetensi yang baik, maka pengadaan barang dan jasa di Kota Baubau semakin baik.
“Kalau seandainya panitia pengadaan itu punya daya tolak (iming-iming-red) yang bagus, saya kira aturan bisa ditegakkan, sehingga sistemnya bisa sesuai aturan,” pungkas Monianse. (*)

