F01.1 Idrus Taufik Saidiiiiiiiii 1

Peliput: LM Syahrul Editor: Zaman Adha

BAUBAU, BP- Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Baubau di bawah kepemimpinan Idrus Taufik Saidi, akan meninjau ulang target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor perhubungan. Pasalnya, tahun lalu Dishub Baubau gagal mencapai target.

PAD yang dicatatkan hingga pertengahan bulan November 2018, baru berkisar Rp 100 juta, sedangkan taget yang direncanakan Rp 600 juta. Di tahun ini, Dishub kembali menargetkan PAD sektor perhubungan hingga Rp 1,2 miliar, dengan diberlakukannya Perda Nomor 02/2018.

Namun menurut Idrus, target yang dipasang tidak perlu muluk-muluk. Harus disesuaikan dengan keadaan di lapangan, misalnya dengan memperhatikan fasilitas penunjang maupun sarana prasarana sektor-sektor penghasil PAD.

“Target yang harus direlisasikan itu harus rasional, karena jika target yang kita tetapkan kemudian pencapainya tidak terlalu signifikan, seakan-akan kita dinilai tidak mampu kerja. Kalau hitung-hitungannya orang ekonomi, targetnya yang sedang-sedang saja, karena kalau melebihi target berarti sukses,” terang Idrus ditemui belum lama ini.

Mengenai tidak tercapainya PAD sektor perhubungan tahun lalu, pihaknya tidak menampik, belum adanya regulasi yang mendukung saat itu. Pihaknya masih mengkalkulasi untuk besaran target PAD sektor perhubungan yang akan disetorkan ke daerah tahun ini.

“Saya sedikit sayangkan, dengan mengkroscek target PAD sesuai dengan rencana strategi Dinas Perhubungan besarnya terlalu signifikan mencapai Rp 1 miliar, kenyataannya sampai bulan ketiga ini kurang lebih Rp 200 juta,” bebernya.

Idrus menyebut, salah satu sumber penghasil PAD yang cukup menjanjikan di Kota Baubau yakni Pelabuhan Lakologou. Pelabuhan tersebut dapat dilabuhi kapal-kapal tongkang yang akan melakukan bongkar muatan.

“Kami juga sudah menerima laporan dan akan tinjau langsung ke lokasi,” katanya.

Namun salah satu kekurangannya, tidak begitu kuatnya talud di Pelabuhan Lakologu. Saat ini talud telah mengalami sedikit kerusakan karena tergerus oleh adanya aktivitas bongkar muat maupun faktor alam.

“Masyarakat yang ada di sana berharap, setelah dibenahi bisa lagi sandar tongkang,” pungkasnya. (#)

Visited 2 times, 1 visit(s) today