Peliput: Hengki TA
BAUBAU, BP – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Baubau mengusulkan bantuan ke pusat Rp 21 miliar. Salah satunya proyeknya, yakni pembuatan penahan tebing di Batupoaro dengan anggaran Rp 15 miliar.
“2019 ini targetnya besar tapi belum keluar, sebab tahapan anggaran masih ditahan, karena Presiden mengarahkan anggaran ketiga provinsi, yaitu Banten, Lombok dan Palu yang mengalami bencana beberapa waktu lalu,” katanya.
Muslimin menjelaskan, sejak berdiri pada tahun 2015, BPBD Kota Baubau telah mengelola anggaran sebanyak Rp 7 miliar, yang didapatkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)
Bantuan pertama yang didapatkan dari APBN mulai sejak tahun 2016. Dimana pihaknnya mendapatkan bantuan sebanyak Rp 5,5 miliar.
“Tiga paket yang kita dapatkan, mulai dari pembuatan talut di Liabuku dengan anggaran Rp 2,8 miliar, penahan tebing dan penahan ombak di Pulau Makasar dengan anggran 2,3 miliar,” jelasnya.
Di tahun 2017, BPBD Kota Baubau kembali mendapatkan bantuan berupa pembangunan struktural lumbung padi di Kelurahan Liabuku dengan total anggaran sebanyak Rp 600 juta. Dimana, Kota Baubau mendapatkan tiga unit lumbung padi, per unitnya bernilai Rp 200 juta
“Kita juga mendapatkan pembuatan rambu-rambu evakusi di tahun 2017, tapi diturunkan tahun 2018 dengan total Rp 1 miliar. Namun itu tendernya di pusat, kita cuma terima bahan saja,” jelasnya.
Selain Kota Baubau, Buton Utara (Butur), Buton Selatan (Busel), Kota Kendari, Kolaka Utara dan Muna Barat yang telah diverifikasi untuk mendapatkan bantuan dari Pusat. (*)

