Menyikapi Persoalan Pemilihan BPD Koroeonawa Dengan Sistem Foting Oleh Toko Masyarakat
WAKATOBI, BP – Lembaga Pemerhati Desa Kabupaten Wakatobi (LPDKW) melakukan demonstrasi aksi damai, menyikapi persoalan terkait pemilihan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Desa Koroeonawa yang bakal dilaksanakan secara keterwakilan tokoh masyarakat.
Saat menggelar aksinya, di depan Kantor Bupati Wakatobi Senin (05/08) Jendral Lapangan Muhammad Rojid Al Jihad mengatakan pemilihan BPD yang benar dan efektif ialah jika dilakukan secara demokrasi dan bukan dipilih oleh tokoh masyarakat.
” Adanya keputusan panitia pemilihan BPD memutuskan pemilihan BPD dilakukan dengan cara dipilih langsung oleh para tokoh desa,” Teriaknya.
Tidak hanya itu, ia juga menyinggung persoalan adanya surat undangan rapat musyawarah tentang penetapan mekanisme pemilihan BPD di Desa Koroeonawa, periode 2019-2025 yang dilaksanakan pada hari ini 06/08.
Menanggapi persoalan tersebut, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Masyarakat dan Desa H La Ode Husnan saat diwawancarai koran ini mengungkapkan rasa terima kasih kepada LPDKW, dan akan menanggapi persoalan itu dengan serius.
” Inikan baru laporan dari masyarakat sepihak, tentunya kami dari pihak pemerintah yang menangani ini tentu serius. Saya sudah sampaikan sama anggota untuk menyampaikan kepada Kepala Desa Koroeonawa dan panitia penyelenggara pemilihan BPD, jam dua saya datangi di Kantornya,” Ungkapnya.
Ditambahkan, pihaknya bakal memberikan kewenangan terhadap petunjuk teknis pelaksanaan pemilihan BPD, karena hal ini telah menjadi risauan masyarakat. Sebab, pada biasanya pemilihan BPD dilakukan secara demokrasi, dan bukannya melalui kesepakatan toko masyarakat saja.
” Rata-rata pemilihan di Wakatobi tidak dilakukan dengan pemilihan foting dan musyawarah karena riskan dengan persoalan. Walaupun dibolehkan, namun itu tidak memenuhi keterwakikan. Lebih baik kepemilihan langsung dan itu telah terbukti dengan beberapa puluh Pemilihan BPD berjalan lancar,” Tandasnya.
Peliput: Zul PS

