BAUBAU, BP- Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Baubau terus mempromosikan kain tenun buton. Kali ini, melibatkan para desainer handal di bidangnya.
Wakil Ketua Dekranasda Baubau Wa Ode Nursanti Monianse menyebut, peranan desainer dalam mempromosikan kain tenun buton sangat penting. Gaun yang rancang dengan corak buton, akan mampu melejitkan motif kain buton di kanca nasional hingga ke mancanegara.
“Berikan ruang dan kesempatan kepada para industri fashion dalam mengembangkan karyanya, sekaligus mempromosikan produk fashion agar tenunan tidak hanya sebagai barang monoton pada acara adat, tetapi dapat berfungsi sebagai busana gaun pesta,” ucap Nursanti di Acara Festival Tenun, kamis (08/08).
Saat ini, kata dia, tenunan buton sudah melejit di kanca nasional. Semua itu berkas kerja keras, para perancang busana, dekranasda, dan yang utama Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau.
“Untuk diketahui, tenun daerah kita sudah tampil di ajang nasional. Untuk itu, diharapkan kepada desainer-desainer bisa ikut di ajang yang sama tahun depan. Seiring dengan perjalanannya waktu, tenun masih trend dengan berbagai model, motif serta corak yang sudah mengalami penyesuaian,” tuturnya.
Sementara itu, mewakili Pemkot Baubau, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Baubau, La Ode Aswad menegaskan, perlunya pelestarian kearifan lokal Buton, agar budaya Buton dikenal hingga ke mancanegara.
“Bicara tenunan daerah buton ini bukan lagi kearifan lokal yang baru, tetapi sejak dahulu kala, tinggal bagaimana kita jual, kita promosikan, muaranya untuk kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Ia berharap, kedepannya, pemkot dapat menjadikan tenun buton berhak cipta, sehingga para penenun mendapatkan legitimasi atas karyanya.
“Harapannya, bisa kita ikut aktif di tingkat regional, nasional bahkan ke mancanegara. Kemudian harapan berikutnya juga, bagaimana hak ciptanya, supaya juga penenun ini memiliki legitimasi karyanya,” tutupnya. (*)
Peliput: Gustam

