F01.5 Gubernur Sulawesi Tenggara H.Ali Mazi SH bersama Inspektur Upacara Panglima Kodam XIVHSN Mayor Jenderal TNI Surahwahadi S.Ip .M.SiGubernur Sulawesi Tenggara H.Ali Mazi SH, bersama Inspektur Upacara Panglima Kodam XIVHSN Mayor Jenderal TNI Surahwahadi S.Ip.M.Si

KENDARI,BP- Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) H Ali Mazi SH turut menyambut kedatangan 445 personil prajurit Batalyon Yonif 725/WRG yang tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Republik Indonesia-Papua New Guine(RI-PNG), yang bertugas selama sembilan bulan lamanya.

Dalam sambutannya, Bubernur Sultra Ali Mazi mengucapkan rasa terimakasihnya kepada para prajurit yang telah melaksanakan tugas dan terus mendoakan mereka agar selalu dilindungi oleh yang maha kuasa.

” Insya allah anak anaku selalu akan mendapatkan bimbingan dan lindungan Subhanahuwataala dalam menjalankan tugas -tugas dari negara Republik Indonesia yang sama-sama kita cintai,” ungkap Ali Mazi saat memberikan sambutan pada apel upacara penyambutan Personil Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 725/Wrg TA 2018-2019, di halaman Pelabuhan Bungkutoko, Kota Kendari, Selasa (27/08).

Didampingi Letkol Inf Hendrik Ginting selaku Danyon 725/Wrg, bersama 449 anggota Yonif para Raider 328/Dirgahayu, dan 445 perajurit Yonif/WRG yang tersisa dari 450 yang bertugas di perbatasan. Lima Prajurit Yonif/WRG Kompi A Bau-bau saat ini masih dalam tahap pencarian, yang sebelumnya hilang bersama 7 awak lainnya dalam insiden hilangnya Heli MI-17 di perbatasan Papua.

Oleh Ali Mazi kepulangan para prajurit ini merupakan kesyukuran yang mendalam, meski beberapa personil lainnya masih belum ditemukan hingga saat ini. Ia berharap para prajurit tersebut segera ditemukan dan kembali kepada keluarganya secepat mungkin.

“Saya juga berdoa kepada anak-anak kita yang sampai hari ini belum ditemukan ada lima orang dari yonif 725/WRG, insya allah dalam waktu dekat ini dari tim yang telah ditugaskan oleh pemerintah oleh negara dalam rangka pencarian anak-anak kita yang ada ditempat penugasan, mudah mudahan dalam waktu dekat ini segera ditemukan,” ucapnya haru.

Dengan menggunakan Kapal Republik Indonesia (KRI) Banda Aceh selama enam hari perjalanan, para Rider dan Prajurit Yonif 725/WRG tiba dengan selamat di Bumi Anoa, selasa dini hari.

Sementara itu di lokasi yang sama, Panglma Komando Daerah Militer (Pangdam) XIV/HSN Mayor Jenderal TNI Surawahadi selaku inspektur upacara mengutarakan rasa bangga dan sedih atas prajuritnya yang belum ditemukan hingga saat ini.

“saya jujur betul-betul merasa satu sisi bangga, satu sisi memang masih ada yang anak buah saya yang belum bisa ditemukan, tapi ini kembali kehendak allah dan inilah resiko dari tugas .Dari beberapa pengalaman yang lalu juga demikian, inilah tuntutan tugas tentunya yang kita harus sebagai tentara dan sebagai apapun tentunya kita harus siap jiwa raga kita untuk negri ini. Tapi bagi saya sekali lagi saya hormat sama anak- anak saya yang sampai saat ini juga belum kembali, mudah-mudahan kalau memang kehendak allah jadi syuhada mudah-mudahan allah kasi tempatkan disyurga yang sangat indah dan mudah-mudahan masih juga bisa hidup, nanti bisa selamat dan bisa bergabung lagi,” ungkap Surawahadi sambil menitikan air mata saat di wawancara awak media, usai pelaksanakan apel penyambutan.

Ia berharap semoga prajurit yang belum ditemukan nantinya akan segera mendapatkan titik terang, dan pihaknya saat ini tengah berusaha mencari awak prajurit yang hilang, dengan menggunakan alat yang cukup mumpuni.

“Jadi saya yah kebetulan untuk tugas ini ada 450 orang tapi kebetulan yang lima masuk gabungan dihelikopter yang tujuh dari panderbat sehingga 12 orang, dan kita angkatan darat dan TNI berusaha untuk mencarinya, kita akan segera cari juga dengan alat yang terbaru mudah-mudahan nanti segera kita bisa temukan dan ada kepastian itu,” terangnya.

Diakhir sesi acara tak luput, Mayor Jenderal TNI Surawahadi juga mengucapkan rasa terimakasihnya kepada Pemerintah Provinsi Sultra, yang telah memberikan dukungan kepada jajarannya sejak pemberangkatan hingga kembali ke Bumi Anoa, Sultra.

“Dan kembali saya juga bersyukur dan saya juga berterimakasi kepada bapak gubernur yang mendukung khususnya anak- anak kami dari mulai pemberangkatan, juga sampai selama ada di basis dan sekarang sudah kembali. Atas dukungan Pemerintah Daerah Sultra tentunya, dan kami fikir batalyon ini juga kebanggaan dari masyarakat Sultra,” kata Surahwahadi.

Untuk diketahui, pada jegiatan penyambutan tersebut juga di hadiri Komandan Korem 143/HO, Kodim 1417/KDI, Dalanal Sultra, Danlanud Sultra, Kapolda Sultra, Kabinda dan Kejati Sultra, serta unsur lainnya.

Peliput: Risnawati

Visited 2 times, 1 visit(s) today