BOMBANA, BP – Musim panas yang berkepanjangan yang melanda menyebabkan 378 hektar persawahan di tiga Kecamatan di Kabupaten Bombana gagal panen. Tiga kecamatan tersbut yakni Kecamatan Poleang Utara, Kecamatan Poleang Timur, dan Kecamatan Lantari Jaya.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian Kabupaten Bombana, Syukur menjelaskan, Kecamatan Poleang Utara berada di Desa Tampabalu. Kecamatan Poleang Timur berada di Desa Teppoe dan Kelurahan Bambaea. Sementara Kecamatan Lantari Jaya berada di Desa Langkowala, Desa Watu-Watu, Desa Kalaero, dan Desa Lombakasi.
“Rinciannya, Kecamatan Lantari jaya sebanyak 175 hektar. Kecamatan Poleang Timur sebanyak 168 hektar dan Kecamatan Poleang Utara sebanyak 35 hektar,” jelasnya.
Dikatakan, kebanyakan padi yang mengalami kekeringan jenis padi varietas Chiherang dan Mekongga/Konawe. Bahkan di usia padi 70 hingga 80 hari petani tidak bisa panen/gagal panen diakibatkan kekeringan.
Adapun kerugian yang ditaksir akibat kekeringan tersebut mencapai Rp 4 miliar per tahunnnya. Meski tahun lalu juga mengalami hal yang sama, namun setidaknya petani masih dapat melakukan panen meski hasilnya sedikit.
“Tapi dibanding tahun ini, tidak bisa sama sekali panen, gagal betul,” sebutnya.
Sebagian sawah di Bombana merupakan sawah tadah hujan, sehingga ke depan pihaknya akan melakukan intervensi dengan cara pengadaan sumur bor di lokasi persawahan yang selalu mengalami kekeringan.
“Solusinya ya kita harus adakan sumur bor, selain itu jika ada sumber air maka, kami buatkan embung, jika ada di sekitaran sawah air yang mengalir juga bisa kita buatkan saluran irigasi yang bisa mengairi persawahan,” tuturnya.
Pihaknya juga selalu berkoordinasi dengan pihak BMKG untuk mengetahui informasi terkait taksiran cuaca. Dan, pihaknya juga selalu menyampaikan ke petani tentang laporan taksiran BMKG terkait updetan cuaca agar petani juga mengetahui kapan cocoknya untuk bisa menanam.
“Dengan adanya informasi dari BMKG tersebut petani bisa beralih ke tanaman lain seperti yang kita ketahui petani di bombana banyak beralih ke tanaman buah semangka, sayuran seperti tomat, cabe, yang tidak terlalu membutuhkan air banyak,” pungkasnya.
Peliput: Agus Saputra

