BAUBAU, BP- Prosesi Belajar Mengajar (PBM) di SDN Ngkaring-karing tidak berjalan maksimal. Hal itu dipicu oleh minimnya tingkat disiplin guru, yang disebabkan jarak lokasi tempat tinggal (Domisili-Red) berada jauh dari lingkungan sekolah sehingga mengakibatkan beberapa diantaranya sering datang terlambat.
Kepala SDN Ngkaring-karing I Made Sukarta SPd SAg saat ditemui Baubau Post, Rabu (30/10) mengungkapkan ada beberapa tenaga pengajar yang bertempat tinggal jauh dari lokasi sekolah, dengan jarak tempu 15 km. Untuk mengefesienkan waktu, beberapa guru yang dimaksud harus menggunakan angkot sehingga sering kali mengalami keterlambatan.
” Ada beberapa tenaga pengajar yang tinggal jauh dari lingkungan sekolah dengan jarak tempuh 15 km dari sekolah dan harus menggunakan angkot sehingga sering mengalami keterlambatan,” jelasnya.
Menanggapi hal itu, terang Sukarta, siswanya cenderung terganggu dengan keterlambatan para guru. Kendati demikian, pihak sekolah telah mengkoordinasikan keluhan tersebut ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Baubau.
Solusi terbaik yang diberikan pihak Disdikbud Baubau ialah memindahkan sejumlah guru yang dinilai mengganggu sistem pembelajaran disekolah, disebabkan keterlambatannya.
” Saya mengadap ke Disdikbud Baubau untuk memberikan solusi agar para siswa tidak terganggu dengan keterlambatan tenaga pengajar ini. Sehingga pihak dinas memberikan solusi dengan cara memindahkan tenaga pengajar dilingkungannya agar tidak menganggu siswa dengan keterlambatan tersebut,” ucapnya.
Ia berharap, integritas pendidikan di SDN Ngkaring-karing dapat meningkat pesat, ditunjang oleh ketersediaan tenaga pengajar yang profesional.
” Saya berharap kedepannya agar sekolah dapat memperbaiki tingkat kedisiplinan guru serta siswanya dapat meningkatkan mutu dan kualitas,” tutupnya. (#)
Peliput: Nelvida A

