BATAUGA,BP- Perseroan Terbatas (PT) Buton Mandiri Raya Mandiri yang dulu dikenal PT Metrix Elcipta dan beroperasi menambang aspal di Kecamatan Sampolawa, mendapat sorotan dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Busel, pasalnya hingga saat ini kewajiban perusahaan terhadap Penerimaan Negara Bukan Pajak (BNBP), sejak tahun 2017 hingga 2019 atas pemanfaat Sumber Daya Alam masih tercatat nol.

Salah satu anggota DPRD Busel Dody Hasry, dalam rapat dengar pendapat dengan pihak perusahaan, mempertanyakan terhadap pihak perusahaan perusahaan yang tidak menjalankan kewajiabnnya dengan baik sesuai perundang-undangan selama tiga tahun belakang.

Selain PNBP tertera nol dalam dokumen RPJMD, Dody juga menyuarakan aspirasi dari masyarakat Sampolawa, bahwa perusahaan selama beroperasi belum memberikan dana Corporate Sosial Resposibility (CSR) kepada masyarakat sekitar.

“Harusnya ini segera dituntaskan karena ini menyangkut hak masyarakat setempat,” tegas alumni HMI itu.

Berdasarkan ketentuan perundang-undangan, pemberian dana CSR telah diatur dalam ketentuan UU No.40 Tahun 2007, tentang Perseroan Terbatas (PT), UU No. 25 Th 2007 tentang Penanaman Modal, UU No. 32 th 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, UU No.22 Th 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, PP 47 tahun 2012 tentang Tanggung jawab sosial dan lingkungan bagi Perseroan Terbatas dan Permenneg BUMN No.PER-05/MBU/2007 tentang Program kemitraan BUMN dan usaha kecil dan bina lingkungan.

Sementara itu Asisten II La Ode Mpute sempat mempertanyakan ke Badan Keuangan Daerah (BKD) tentang PNBP yang tertera nol di RPJMD Busel. Menurutnya hal itu tidak seperti disaat ia menjabat sebagai Kepala Dinas ESDM Busel ditahun 2015-2016, dimana PNBP perusahaan tambang di Sampolawa setiap tahunnya memenuhi tanggung jawabnya.

“Setahu saya disaat saya masih di Dinas ESDM, pihak perusahaan selalu memenuhi kewajibannya, nanti di tahun 2017, 2018 dan 2019 PNBP tercatat nol,” ungkap La Ode Mpute.

Sepakat dengan Dody Hasry, La Ode Mpute juga meminta pihak perusahaan untuk memenuhi kewajibannya, sehingga ada pemasukan bagi daerah dari pemanfaatan sumber daya alamnya. Begitu pula CSR, ia meminta kepada pihak perusahaan agar mencatat dengan rinci jika sudah memberikan CSR kepada masyarakat. Namun jika belum, pihak perusahaan segera memenuhinya.

Menanggapi hal itu, direktur PT. Buton Raya Mandiri, Rudy mengaku, akan membiayai seluruh kewajiban perusahan kepada pemerintah dan masyarakat setempat. Bahkan pihaknya juga akan memberdayakan masyarakat sekitar dalam pengelolaan tambang aspal tersebut.

“Terkait dengan pemberdayaan masyarakat sekitar itu sudah pasti. Karena dalam surat edaran menteri itu juga sangat ditekankan,” tukasnya

Peliput : Amirul

Pin It on Pinterest