F04.2 Ketua Tim Seleksi Panwaslu Buteng Dr Mashur Malaka MAKetua Tim Seleksi Panwaslu Buteng Dr Mashur Malaka MA

Peliput: Anton

LABUNGKARI, BP – Pengumuman hasil seleksi tertulis calon Panwaslu Kabupaten Buton Tengah (Buteng) masih terus menuai sorotan, pasalnya Ketua Tim Seleksi Dr Mashur Malaka MA tidak memenuhi janjinya untuk memperlihatkan lembar jawaban peserta atas nama Anine Biru dan Salamun Sofyan.

Untuk memenuhi asas transparansi dan kepercayaan publik, Ketua Tim Seleksi Dr Mashur Malaka MA sebelumnya bersedia untuk memperlihatkan lembar jawaban milik keduanya, untuk disaksikan langsung nilai hasil pekerjaan yang bersangkutan. Namun setelah ditemui pada Rabu (20/7), ia tidak menepati janji, lembar jawaban kedua peserta seleksi tidak berani diperlihatkan.

Kepada media ini, salah satu peserta seleksi yang merasa dirugikan Salamun Sofyan mengungkapkan, tampak kejanggalan pada pengumuman tes tertulis yang terbit pada Senin (17/07) beberapa hari lalu, nomor tes miliknya yakni 06 tetapi pada pengumuman tertulis atas nama orang lain, yakni Anine Biru.

“Dipengumuman itu nomor tes saya 06 tapi namanya adalah Anine Biru, sementara Anine Biru juga kan ada nomor tesnya yaitu 05, kemudian setelah saya minta bukti untuk perlihatkan lembar jawaban saya dengan lembar jawabannya Anine Biru, Ketua Tim Seleksi hanya janji-janji tetap akan dibuka dipublik, tapi buktinya mana?” ungkapnya.

Semakin dicurigai, dengan kejanggalan nyata yang dilihat, dimana sudah ada perbedaaan penulisan antara lembar jawaban Anine Biru yang aslinya saat mengerjakan soal tes tertulis dengan tulisan identita Anine Biru pada lembar jawaban hasil foto dan postingan Hamiruddin Udu lewat WhatssApp (WA).

Dijelaskan terkait lembar jawaban Anine Biru yang asli mempunyai coretan pada penulisan nama bulan, pasalnya saat mengikuti ujian tertulis, Anine Biru awalnya keliru dalam penulisan bulan.

“Lembar jawabannya Anine itu seharusnya ada coretan, karena saat itu dia salah tulis nama bulan, dia sudah terlanjur tulis Agustus padahal seharusnya Juli, makanya dia coret lagi, dan yang dia coret itu saya lihat nyata di lembaran jawabannya, kami berdekatan, dan kentara dibawahnya ada opsen pilihan ganda A, B, C, D nya yang dia silang-silang, karena saat itu tim pengawas sudah melarang kami agar tidak menulis identitas di lembaran soal,” beber Salamun Sofyan.

Sementara itu, kepada awak media saat ditemui pada Rabu malam (19/07), Ketua Tim seleksi Dr Mashur Malaka MA mengatakan, pihaknya sementara mempersiapkan untuk memperlihatkan lembaran jawaban Salamun Sofyan dan Anine Biru kepada publik melalui media, namun masih meminta waktu untuk itu.

“Kami lagi mempersiapkan untuk memperlihatkan lembar jawaban yang dimaksud, tapi tolong kami butuh waktu, tidak akan ada yang ditutup-tutupi, kita akan buka semua,” katanya.

Ditambahkan, pihak tim seleksi telah berkomitmen untuk tetap memperlihatkan lembar jawaban Anine Biru dan Salamun kepada publik, namun Mashur Malaka pun meminta persyaratan harus menghadirkan Salamun Sofyan dan Anine Biru di Kendari, sementara semua berkas dan lembar jawaban peserta seleksi disinyalir masih disimpan di Raha Kabupaten Muna.

“Kita sudah berkomitmen akan buka ke publik, tentang lembar jawabannya Anine, kami juga ada konsekuensinya, kalau minta untuk dibuka ke publik, maka kami juga ada permintaan, yang merasa keberatan supaya dia saksikan langsung, misalnya yang nomor tes 06, kami minta supaya dihadirkan langsung, kami akan buka tapi dihadirkan juga orangnya,” jelasnya.(*)

Visited 1 times, 1 visit(s) today