F10.3 Dian AnggraeniDian Anggraeni

Peliput: Zaman Adha

BAUBAU, BP – Melihat penurunan jumlah pemilih tahun 2017 dibandingkan lima tahun sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Baubau mendorong masyarakat Kota Baubau untuk menyalurkan hak suaranya pada Pemilihan Wali Kota (Pilwali) 2018. Meningkatkan jumlah pemilih merupakan tantangan bagi KPU.

Pada Pilkada lalu ada 165 ribu jumlah penduduk data dari capil. Namu lima tahun berikutnya yakni tahun 2017 terjadi penurunan data jumlah penduduk penduduk diangka 154 ribu.

“Ini tantangan buat KPU, karena tingkat partisipasi pemilu itu bukan hanya diukur dari jumlah pemilih yang menyalurkan suaranya di TPS, tapi jumlah pemilih yang sesungguhnya di masyarakat,” kata Ketua KPU Kota Baubau, Dian Anggraini.

Disebutkan, jumlah pemilih Kota Baubau pada Pemilihan Presiden juga lebih rendah dibanding dengan Pemilihan Legislatif 2014. Disebutkan jumlah pemilih yang menyalurkan suaranya mencapai 63 persen dari jumlah pemilih tetap. Sementara target secara Nasional 77,5 persen.

“Berdasarkan data KPU, jumlah pemilih Pilpres lalu di Kota Baubau sebanyak 114 ribu ditambah dengan data singkronisasi KPU RI, sehingga totalnya mencapai 122 ribu yang diturunkan untuk dicoklit. Nanti akan disampaikan disetiap kelurahan di Kota Baubau,” jelasnya.

Saat ini PPS sedang menyusun data pemilih yang telah dilakukan pencoklitan tanggal 20 Januari sampai 18 Februari 2018. Jumlah pemilih yang tercoklit dengan variabel memiliki KTP-el dan tidak memiliki KTP-el maupun masih menggunakan KTP lama.

Pihaknya berharap, jika data pemilih telah valid, semua yang namanya telah terdaftar sebagai pemilih, agar dapat menggunakan hak pilihnya di TPS. Sehingga persentase pemilih dapat meningkat dan mencapai target. (**)

Visited 3 times, 1 visit(s) today