F01.3 Abu Hasan saat menerima massa aksi yang melakukan unjuk rasa soal dugaan penggelapan dana desa di desa Eerinere.Abu Hasan saat menerima massa aksi yang melakukan unjuk rasa soal dugaan penggelapan dana desa di desa Eerinere.

Peliput: Darson

BURANGA, BP – Bupati Buton Utara (Butur), Abu Hasan meminta masyarakat desa Eerinere untuk bersabar dalam menyikapi persoalan dugaan penggelapan dana desa yang dituduhkan ke Kepala Desanya, bernama Hasrin. Persoalan itu kata dia, kini sudah ditangani pemerintah daerah setempat.

Demikian disampaikan orang nomor satu Butur itu dalam merespon aksi yang kembali dilakukan sejumlah warga di desa itu, Kamis (15/3) kemarin di sekretariat Pemda Butur.

Abu Hasan mengaku perihal kasus dugaan yang dilaporkan itu sudah sampai ditangannya. Ia juga sudah memerintahkan pihak Inspektorat Butur untuk melakukan pemeriksaan.

“Dari awal saya sangat respon sekali terhadap masalah ini. Saya juga sudah perintahkan Inspektorat agar periksa kades. Hasilnya itu kini sudah ada. Tapi saya tidak bisa beberkan disini,” akunya.

Mantan Karo Humas Pemprov Sultra ini menerangkan, saat ini persoalan itu tinggal menunggu hasil kajian pemerintah daerah saja. Jika nantinya hasilnya ditemukan pelanggaran bersifat administrasi maka hasilnya akan ada pelanggaran administrasi.

Jika itu pelanggaran pidana maka akan diproses oleh penegak hukum dalam hal ini pihak kepolisian.

“Pastinya, masalah ini tidak akan di diamkan. Perlu diingat kepala desa diangkat oleh bupati dan tentunya juga diberhentikan oleh bupati,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya Kepala Desa Eerinere Kecamatan Kulisusu Utara, Hasrin terus dituntut mundur dari jabatannya. Tuntutan itu datang dari masyarakatnya sendiri dan terus disuarakan.

Tuntutan akan hal itu karena ada dugaan yang bersangkutan diduga telah menggelapkan sebagian dana desa untuk tahun anggaran 2017 kurang lebih sebesar Rp 236 juta. (*)

Visited 1 times, 1 visit(s) today