Peliput : Prasetio M
BAUBAU, BP – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Baubau Fajar Ishak menyesalkan adanya pengurangan honor bagi operator sekolah di tingkat SD dan SMP. Pengurangan tersebut dikarenakan anggaran oleh Dinas Pendidikan tidak mencukupi. Pasalnya di tahun 2017 ada penambahan tenaga operator dari ruang lingkup pendidikan taman kanak-kanak (TK).
Hal itu diungkapkan oleh anggota DPRD Kota Baubau Komisi III, Fajar Ishak Daeng Jaya SE MH saat ditemui awak media usai rapat kerja gabungan komisi DPRD Kota Baubau bersama Pemerintah Kota Baubau dan kepala Pos Pengawasan Obat dan makanan Kota Baubau terkait agenda Honorer tenaga operator sekolah dan penyegelan pabrik garam, Senin (26/03).
“2017 itu ternyata cuman sembilan bulan, dan 2018 belum dibahas dan kalau ada kekurangannya masih bisa dibicarakan diperubahan anggaran, yang kita sesali kenapa di 2017 cuma sembilan bulan padahal kita sudah sepakati di 2016 itu 12 bulan,” kata Fajar Ishak.
Dikatakan, untuk pembahasan tunjungan operator pihaknya sudah menyikapinya ditahun 2015, yang saat itu dana operator hanya diberlakukan di SD sementara SMP dan SMA tidak mendapatkan tunjangan tersebut. Sehingga pihaknya mendorong pemerintah untuk dianggarkan di APBD tahun 2016 dan pemberian intensif selama dua belas bulan. Dewan baru mengetahui di tahun 2017 honor operator hanya dibayarkan untuk sembilan bulan.
“Selama ini kami tidak mengorek hal tersebut karena kami pikir pemerintah mengangarkan selama 12 bulan, sekarang baru terungkap hanya sembilan bulan,” ujarnya.
Pihak DPRD, kata Fajar Ishak yang juga Sekertaris Umum DPD Hanura Sultra, tidak akan pernah mencoret anggaran, yang diperuntukkan untuk kemaslahatan masyarakat. Bahkan jika terkait kemaslahatan pihaknya akan selalu mendorong untuk ditingkatkan.
Dan untuk pemotongan ditahun 2018 agar tidak terjadi kembali, dan jika memang dirasa kurang, pihaknya siap membahas hal tersebut di perubahan anggran APBD.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Baubau melalui, Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Kasman SPd MPd mengatakan, pembayaran honor yang hanya sembilan bulan di tahun 2017 di karenakan masuknya operator Dapodik TK, yang mana penerima honor semakin bertambah dan anggran tidak bertambah.
“Ini saja honor operator TK diambilkan dari honor operator SD, sehingga hanya tiga bulan,” kata Kasman.
Tenaga operator TK yang masuk pada tahun 2017 berjumlah 68 orang, SD sebanyak 67 orang dan SMP sebanyak 23 orang, besaran honor operator TK berjumlah 250 per tiga bulan dan honor operator SD dan SMP sebanyak 750 pertiga bulan.
Setelah rapat kerja tersebut, pihaknya akan berupaya untuk mengusulkan tambahan anggaran sehingga di tahun 2018 honor operator dapat dibayarkan sebanyak 12 bulan. Untuk pemerataan pembayaran honorer di tingkat TK, SD dan SMP pihaknya akan kembali melihat sesuai dana yang ada.
“Kami sudah saling memahami dengan DPRD, bahwa kalau ada tambahan untuk penerimaan honorer tersebut, harus ditambahkan juga anggrannya jangan membagi anggran yang ada, dengan tenaga yang ada,”tutupnya.(*)

