ilusatrsi<p>Pasukan pelangi saat menghancurkan bangunan rumah warga untuk program bedah rumah di Jalan Cilincing Lama, Cilincing, Jakarta Utara, Senin (17/4/2017). Pemprov DKI Jakarta memilih kawasan Cilincing sebagai lokasi peluncuran program bedah rumah karena wilayah tersebut merupakan salah satu kelurahan dengan jumlah masyarakat miskin terbanyak di Jakarta Utara.</p>

Peliput: Gustam

BAUBAU, BP – Kabar baik kini datang untuk masyarakat yang rumahnya tidak layak huni. Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (DPRKP) bakal merenovasi rumah tidak layak hini sebanyak 600 lebih unit yang tersebar di sejumlah kelurahan Kota Baubau.

Kepada Baubau Post, kamis (08/03), Kepala DPRKP Kota Baubau melalui sekretarisnya Yulia Widiarti ST MSi menjelaskan, sumber dana renovasi tersebut diambil dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan APBN.

“Kalau DAK itu sekitar 170 unit rumah yang akan dibedah. Sedangkan APBN 470 unit. Jadi total keseluruhan rumah yang akan dibedah tahun ini lebih 600 unit,” jelasnya.

Untuk APBN, kata Yulia, telah masuk tahap perektrutan fasilitator di provinasi. Dikatakannya, fasilitator tersebut berguna mengawal program tersebut hingga terealiasi.

“Nanti dari fasilitator ini yang akan menverifikasi berkas kami yang sudah kami dikirim di kementrian,” katanya.

Sedangkan DAK, lanjut Yulia, ditangani langsung oleh DPRKP Kota Baubau. Dikatakannya, pihaknya kini telah menverifikasi data yang telah masuk.

“Untuk DAK, tim kami sekarang sementara melakukan verifikasi data-data yang sudah ada,” paparnya.

Sedikitnya enam wilayah yang menjadi sasaran bedah rumah tersebut. “Untuk APBN itu, di Kelurahan Badia, Waliabuku dan Tampuna. Sedangkan DAK, di Kaobula, Nganganaumala dan Wajo,” pungkasnya. (*)

Visited 1 times, 1 visit(s) today