
Peliput: Alyakin
PASARWAJO, BP – Polres Buton saat ini telah mengamankan tujuh pelaku yang diduga melakukan pembakaran kendaraan dinas (randis) milik Polres Buton di Desa Lawele Kecamatan Lasalimu Kabupaten Buton belum lama ini.
“Sekarang tujuh tersangka yang diamankan, sementara lainnya masih dalam pengembangan,” kata Kasat Reskrim Polres Buton, Iptu Najamuddin, SH ketika dikonfirmasi kemarin.
Kata dia, kendaraan roda dua yang terbakar sebanyak sembilan unit dan mobil satu unit. Bahkan ada salah satu anggota kepolisian luka terkena lemparan batu dari masyarakat.
Selain itu, Polres Buton juga mengamankan sound sistem atau alat pengeras suara yang digunakan dalam acara joget. “Sound sistem belum dijadikan barang bukti. barang bukti rangka motor, rangka mobil, pecahan kaca,” katanya
Dijelaskan, motif pengrusakan terhadap kendaraan tersebut, karena masyarakat ingin melanjutkan acara pesta panen dengan acara joget. Dipengaruhi alkohol, para pelaku langsung melakukan pengrusakan, pelemparan, dan tindakan vandalisme baik terhadap anggota polisi dan peralatannya.
Pihaknya sangat menyayangkan tindakan oknum pelaku tersebut. Namun dalam proses hukum tetap ditindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku.
Atas kejadian tersebut, Polres Buton menaksir kerugian negara mencapai Rp 2 miliar.
Sebelumnya, iduga tidak diberikan izin untuk buat acara joget oleh pihak kepolisian, warga Desa Lawele Kecamatan Lasalimu Kabupaten mengamuk. Alhasil mobil dan motor polisi dibakar.
Informasi yang dihimpun Baubau Post, diperkirakan mobil dan motor kepolisian Polres Buton terbakar pada Minggu Pukul 01.00 Wita
Salah satu pengguna Pengguna Media Sosial (Mensod) atau Facebook dengan nama akun, Rhose Smilee menulis di statusnya, “Tragedi di Desa Lawele semalam, hangus Mobil dan motor petugas (Anggota Polres Buton-Red), tapi Allhamdulillah masih bawa pulang nasi bambu”.
Selain menulis status, ia juga mengupload video dan gambar mobil polisi yang terbakar di Desa Lawele. Dari tulisan distatusnya, ia mendapatkan komentar dari teman Facebooknya Muh Yusuf Iron dengan pertanyaan “kacau lagi itu acara joget?”
“Iy Senior, tapi kacaunya karena nda diizinkan acara joget, akhirx mengamuk warga,” tulis Rhose Smilee saat mengomtari Muh Yusuf Iron di akun Facebooknya Minggu (21/10)
Ketika dikonfirmasi Media ini, Rhose Smilee mengakui saat kejadian dia berada di Desa Lawele.
“Terhamburmi orang-orang dan saya pun ikutan lari,” katanya.

