Peliput: Arianto W

BAUBAU, BP- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Baubau imbau seluruh masyarakat, untuk meminum obat yang diberikan pada program Eliminasi Kaki Gajah, agar terhindar dari penularan Cacing Filaria.

Kepala Dinkes Baubau dr Edy Natsir MMKes saat dikonfirmasi diruangan kerjanya berapa waktu lalu, mengatakan idealnya program eliminasi kaki gajah berlangsung selama lima tahun. Namun jika dalam rentang waktu lima tahun, masih ditemukan seseorang yang positif mengidap penyakit setelah diperiksa melalui tes survei darah jari (SDJ), maka akan dilanjutkan selama dua tahun.

“Program ini berlangsung selama lima tahun dan saat ini baru tahun ke empat. Nanti ditahun kelima akan dilakukan pemeriksanaan survei darah jari (SDJ), kalau hasilnya masih lebih dari 1 persen maka akan dilanjutkan lagi dua tahun,” jelasnya.

Dikatakannya, program eliminasi sangat menguntungkan bagi kesehatan masyarakat. Pasalnya melalui program tersebut seluruh masyarakat yang menjadi sasaran penularan filaria bisa terhindar. Untuk itu, masyarakat seharus menyambut baik program eliminasi karena penyakit filaria merupakan penyakit menular yang rentan menyerang masyarakat.

“Kami dari Dinas kesehatan mengimbau seluruh masyarakat yang menjadi sasaran agar mengikuti program tersebut. Karena program ini bersifat untuk memutuskan mata rantai penularan, maka harus disambut baik oleh masyarakat,” ungkapnya.

Ungkap dia, obat filaria hanyalah obat cacing biasa dan dikonsumsi sekali dalam satu tahun. Obat tersebut tidak dianjurkan untuk ibu hamil, anak yang berusia dibawah dua tahun dan masyarakat yang mengidap penyakit kronis. Terlepas dari itu maka diharuskan untuk mengonsumsi obat filaria.

“Obat ini dikasi sekali dalam setahun dan tidak diwajibkan oleh ibu hamil, anak dibawa umur dua tahun dan orang tua yang mengidap penyakit kronis,” tutupnya (#)

Visited 2 times, 1 visit(s) today