Peliput: Ady Cacung
BAUBAU, BP– Bengkel kerja yang ada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kota Baubau tidak memadai untuk warga binaan melakukan aktifitas kerja. Dalam satu tempat semua sudah aktifitas kerja warga binaan dapat dilakukan.
“Sudah di situ ada aktifitas perkayuan, maupun bengkel las dikerjakan,” ungkap Kalapas Baubau Wahyu Prasetyo Bc IP SSos saat dikonfirmasi Baubau Post beberapa waktu lalu.
Dikatakan, solusi yang diambil untuk mengatisipasi agar bengkel kerja kreatif warga binaanya tetap jalan, pihaknya telah mengajukan proposal kerja sama kepada bank sampah di Kota Baubau. Bank sampah dapat menyediakan sampah daur ulang yang dapat diolah menjadi kerajinan tangan dan menghasilkan untuk para warga binaan.
“Untuk saat ini mereka hanya mengisi waktu luang mereka saja, kita bolehkan mereka untuk membuatnya di dalam kamar sel masing-masing, dengan barang daur ulang yang tidak berbahaya seperti sampah plastik,” jelasnya.
Kerjasama yang telah diajukan bersama bank sampah tersebut tinggal menunggu realisasi. Jika direalisasi maka pihaknya memfokuskan warga binaanya untuk kerajinan tangan sampah plastik seperti botol bekas maupun dan sampah plastik lainnya yang dapat diolah sebagai kerajinan.
Pihaknya berharap agar bengkel kerja bisa diperluas agar memadai untuk hasil kerja dari warga binaan.
“Semoga cepat direalisasi kerja sama dengan bank sampah agar dengan kerajinan tangan yang dibuat warga binaan lebih positif,” tutupnya. (#)
