F01.5 Ilustrasi Alsintan

Peliput: LM Syahrul Editor: Gustam

BAUBAU, BP- Dinas Pertanian (Distan) mengakui bantuan Alat dan Sistem Pertanian (Alsintan) tidak dimanfaatkan dengan baik. Bantuan yang diberikan sejak tahun 2017 itu kurang efektif, karena tidak dirawat setelah digunakan petani.

Kepala Distan Kota Baubau melalui Kabid Prasarana Sarana dan Pertanian La Ode Muh Hilman mengatakan, untuk itu pihaknya akan membentuk Usaha Pelayanan Jasa Alat dan Mesin Pertanian (UPJA) sebagai solusi yang tepat. UPJA bertugas membatu dan membimbing para kelompok tani dalam menjalankan sistem pertanian, termasuk perawatan alatnya.

“Selama ini kami punya Hand Traktor sudah cukup banyak. Selain itu juga, alat tanam padi dan alat panen, serta Traktor roda empat. Ada juga alat tanam jagung dan pompa air, serta Multifator khusus untuk lahan kering atau pembuatan bedeng,” jelas Hilman ditemui Jumat (26/04).

Hilman menegaskan kepada petani yang memperoleh bantaun Alsintan agar menafaatkan dengan maksimal. “Salah satu kendalanya (perawatan Alsintan-red) itu adalah ketika bantuannya tiba di kelompok tani, itu biaya-biaya pememeliharaanya tidak maksimal,” jelasnya.

Hilman membeberkan, saat ini baru dua UPJA yang terbentuk di Kota Baubau yakni di Kelurahan Ngkaring-karing dan wilayah Kampeonaho. Ditargetkan, UPJA tersebut mampu memaksimalkan kembali bantuan Alsintan kepada petani.

“Kepada para petani yang ingin memanfaatkan alat atau mesin pertanian agar berhubungan dengan pengurus UPJA yang alamatnya berada di balai benih utama Ngkaring-karing,” tutupnya. (#)

Visited 1 times, 1 visit(s) today