F01.3 Ali Arhammmmmmmmmmm

Peliput: LM Syahrul

BAUBAU, BP- Pelaksanaan Festival Keraton Masyarakat Adat (FKMA) VI Asean di Kota Baubau dipastikan diundur hingga November 2019. Sebelumnya perhelatan akbar ini telah direncanakan pada Juli 2019.

Pengunduran kegiatan ini dilakukan karena ada beberapa pertimbangan. Salah satunya kesiapan dari Forum Silahtuhrahmi Keraton Nusantara (FSKN) selaku pelaksana dari pusat, masih melakukan rapat persiapan interen

“Nanti diundur sekitar tanggal 18 sampai 21 November. Dengan diundurnya kegiatan ini kita lebih menyesuaikan tentunya dan lebih bagus lagi, artinya persiapan kita lebih mantap, termasuk koordinasi dengan pemerintah provinsi,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Baubau Ali Arham ditemui Selasa (07/05).

Tamu yang masuk dalam daftar undangan terdiri dari raja, sultan, lembaga adat, 66 daerah yang tergabung dalam Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI), hingga asosiasi pemerintah kota se-Indonesia berjumlah 90 daerah. Juga beberapa negara luar yang telah menyatakan siap untuk datang dalam perhelatan tersebut.

“Untuk negara luar yang sudah menyatakan hadir ada Thailand dan Korea Selatan,” ujarnya.

Setiap raja atau sultan akan membawa perwakilannya. Menurut Ali Arham, semakin banyak raja dan sultan yang hadir, maka penyelenggaraan acara semakin baik. Terhitung ada sekitar 200 raja yang tergabung dalam FSKN.

Selain itu, sarana maupun prasarana telah siap, tinggal menunggu waktu pelaksanaan kegiatan. Dinas Pariwisata sendiri juga telah mempersiapkan penyambutan bagi tamu-tamu yang akan hadir di Kota Baubau nantinya.

“Sperti biasa kita adakan pengalungan bunga, tarian tradisional, bahkan kita akan antar ke tempat menginapnya. Selanjutnya, penyampaian surat resmi kepada daerah-daerah baik yang ingin berpapisipasi dalam seni budaya, yang ingin berpasitipasi dalam eskpo, maupun yang ingin berparsitipasi dalam karnaval budaya, sudah dilakukan,” paparnya.

Ada hal positif dengan diundurnya waktu kegiatan. Pemerintah Kota Baubau akan melakukan pematangan persiapan, seperti pembenahan lapangan eks Stadion Betoambari yang akan digunakan. Pemerintah daerah juga berencana membenahi beberapa ruas jalan raya yang sudah rusak.

“Pemerintah daerah melalui koordinasi dengan pemerintah provinsi akan memuluskan jalan raya dari bandara, dan ketemunya di pelabuhan,” imbuhnya.

Ali Arham menguraikan rencana beberapa rencana kegiatan dalam FKMA VI Asean, yakni penjemputan tamu, pembukaan eskpo tanggal 19 November dilanjutkan dengan karnaval budaya, pertunjukan seni budaya, samping gala dinner untuk tamu-tamu, rapat kerja nasional para raja sultan se-nusantara, dan kegiatan-kegiatan lainnya. (#)

Visited 2 times, 1 visit(s) today