F5.2 La Jaman

Peliput: Arianto W

BAUBAU, BP- Tahun ini, program Pesantren Kilat Ramadan tingkat SMA/SMK akan diselenggarakan beriringan dengan Ulangan Semester Genap tahun pelajaran 2018/2019. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi siswa pulang kampung saat usai mengikuti ulangan semester.

Kantor Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (KCD Dikbud) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) La Jaman mengatakanp Pesantren Ramadan merupakan salah satu program keagamaan yang wajib diselenggarakan di sekolah minimal selama tiga hari, untuk meningkatkan nilai keimanan siswa melalui seduhan materi edukasi. Namun hal itu kurang disadari oleh beberapa siswa, sehingga memutuskan untuk pulang kampung dari pada harus mengikuti pesantren kilat, pasca ulangan semester.

” Berdasarkan kalender pendidikan, pesantren kilat dilaksanakan setelah usai melaksanakan ulangan semester pada tanggal 14 Mei 2019.

Namun pada biasanya kalau sudah selesai ulangan siswa langsung pulang kampung,” jelasnya.

Untuk mengatisipasi hal itu, ada beberapa sekolah yang sengaja menyisipkan waktu pelaksanaan pesantren kilat pada jadwal penyelenggaraan ulangan semester. Hal itu diefektifkan dengan perbandingan dua hari ulangan dan satu hari pesantren kilat, hingga usai pelaksanaannya.

” Ada beberapa sekolah yang mengambil langkah dua hari ulangan kemudian satu hari pesantren. Kegiatan itu akan terus berjalan hingga usai pelaksanaan ulangan dan pesantren,” katanya.

Ditambahkan, manfaat lain yang akan diterima siswa dari kegiatan pesantren kilat ialah memperlancar bacaan Alquran serta meningkatkan rasa tanggung jawab siswa sehingga dapat menentukan sikap dan langkah bijak dalam mengambil keputusan.

” Kita ajarkan siswa untuk bertanggung jawab, memperdalam ilmu agama utamanya memperlancar bacaan Alquran,” tandasnya. (*)

Visited 1 times, 1 visit(s) today