BAUBAU, BP- Bobroknya sistem manajemen Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Wameo yang merugikan negara hingga Rp 300 juta menjadi perhatian khusus Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau.
Sebagai Plt Kadis Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Baubau, Sumarto Lanae sangat menyayangkan hal tersebut. Sebagai wujud tanggung jawabnya, ia yang baru diberi mandat menakhodai DKP Baubau beberapa bulan lalu, akan berupaya melakukan pembenahan manajemen TPI.
“Saya sebagai pelaksana tugas, pas pertama saya masuk ke sana (DKP-red) itu, yang pertama kali saya lihat itu bagaimana memperbaiki manajemen di TPI itu,” katanya kepada Baubau Post, senin (22/07).
Ia mengaku, banyak persoalan yang harus dibenahi dalam TPI. Hampir semua mesin telah mengalami kerusakan. Maka diperlukan kerja ekstra untuk menyelesaikan problem tersebut.
“Itu akan kita selesaikan secepatnya, supaya bagaimana pun aktivitas di TPI itu terus berlangsung. Karena sekarang ini kan kita sementara hentikan kegiatan penerimaan ikan, karena mesin kita pada rusak,” ungkap Asisten II Setda Kota Baubau itu.
Saat ini, kata Sumarto, di TPI Wameo hanya memiliki satu mesin yang aktif, sementara sekitar empat mesin lainnya mengalami kerusakan. Jika hal tersebut dibiarkan, ia takut, kualitas ikan yang dihasilkan nanti tidak baik.
“Yang berfungsi sekarang itu hanya satu mesin, sementara gudang es tidak bergungsi dari saya masuk itu hari. Sehingga kita hentikan penerimaan ikan, karena jangan sampai kualitas ikan kita tidak maksimal,” tandas mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Baubau itu. (*)
Peliput: Gustam

