BAUBAU, BP- Mesin Clod Storage di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Wameo hingga saat ini masih mengalami kerusakan. Total perbaikan keseluruhan akan menelan anggaran hingga Rp 1,3 miliar.
Plt Kepala DKP Kota Baubau Sumarto Lanae mengatakan, akan mengusulkan perbaikannya dalam APBD. Pihaknya mengupayakan agar perbaikan mesin dapat rampung tahun ini.
“Kita upayakan tahun ini selesai walaupun dengan anggaran yang ada, mungkin ada satu mesin yang belum bisa kita perbaiki,” katanya ditemui Senin (22/07).
Disebutkan, mesin Cold Storage yang perlu diperbaiki berjumlah dua unit, mesin Air Blast Freezer (ABF) ada empat mesin, namun yang akan diperbaiki hanya tiga mesin. Mesin ini akan digunakan untuk menyimpan ikan para nelayan.
Dengan keterbatasan anggaran, tahun ini perbaikan mesin di TPI Wameo belum dapat dirampungkan seluruhnya, melainkan akan dilanjutkan tahun depan.
Selain itu dijelaskan, TPI Wameo merupakan salah satu sumber pendapatan daerah di bidang perikanan. Para nelayan yang menyimpan ikannya di TPI Wameo akan ditarik retribusi sesuai yang telah diatur dalam Perda.
“Tentunya dengan cacatan mereka membayar restribusi jasa pengunaan mesin cold storage itu,” ungkapnya
Untuk besaran restribusi yang akan dikenakan untuk para nelayan yang akan menyimpan ikannya cukup terjangkau, dihitung per kilogram. Sesuai yang diatur dalam Perda kata dia, per kilogram ikan dikenakan tarif Rp 15.000.
Peliput: LM Syahrul

