F4.3 Sunarti

BAUBAU, BP – Dinas Ketahanan Pangan menyebutkan Kota Baubau memiliki keuntungan di banding daerah lain untuk ketersediaan pangan. Pasalnya kota ini memiliki sarana prasarana pelabuhan yang memadai.

Hal ini diungkap Kepala Bidang Ketersediaan Sunarti ditemui, Rabu (24/07). Keberuntungan sarana prasarana pelabuhan, angkutan dan transportasi sangat baik sehingga Kota Baubau menjadi daerah pemasok beras ke daerah lainnya.

” Itulah keuntungan kita Kota Baubau, karena kita ini daerah transit. Yang dari Makassar tidak singgah dulu ke Kabupaten Buton Selatan, langsung bongkar muat di Baubau dan didistribusi ke sana,” katanya.

Terkait Bulog yang tak lagi mendistribusikan Bansos Rastra untuk Kota Baubau, pihaknya berharap adanya cadangan pangan untuk Kota Baubau, namun belum memiliki regulasi. Usai mendapat pengkajian stok pangan untuk Kota Baubau selalu tercukupi.

” Stok pangan kita selalu tercukupi, walapun tak ada bulog untuk Kota Baubau, Bulog hanya perantara untuk masyarakat yang dapat bantuan dari pemerintah pusat, berdasarkan data dari Sosial, Selama ini, untuk kosumsi beras selain produksi kita, Ngkaring-karing, Lea-lea dan Sorawolio, kita itu banyak distributor yang membawa pangan untuk Kota Baubau,” ulasnya.

Disebutkan terdapat dua belas distributor untuk Kota Baubau, Ud Bumi Tani, Toko Sinar Kabaena, Toko Dian, Ud Bian, Harapan, Usaha Baru, Ud Sumber Tani, Sutriana, Putri Ayu, Toko An, Toko Kartika, Usai melakukan pemantauan pada pasar wameo dan karya nugraha serta pasar karya baru semua dari distributor ini.

” Kalo mau andalkan ngkaring-ngkaring tidak mungkin, karna hanya berapa kali panen dalam setahun, luas tanamannya dan luas wilayahnya seberapa. Yang banyak masuk untuk stok pangan ini distributor, kalo distributor tidak jalan lagi, bisa macet juga.” tandasnya. (#)

Peliput: Zul PS

Visited 1 times, 1 visit(s) today