BAUBAU, BP- Dinas Sosial (Dinsos) Kota Baubau melakukan pendataan ulang di tahun ini untuk memastikan penerima PKH agar tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan. Pihaknya sudah memasuki tahapan keempat untuk melakukan penutupan jumlah Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM-PKH).
“Penerima KPM-PKH sejumlah 5441 sampai dengan hari ini,” katanya Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Kota Baubau Hasruddin Mukmin ditemui Rabu (30/10).
Jumlah ini lanjut Hasruddin, mengalami penurunan dari tahun lalu. Penurunan ini juga berkat upaya pendamping yang melakukan pendataan di lapangan dengan terus mengupdate jumlah KPM-PKH.
“Sebenarnya itu merupakan upaya pengurangan kouta yang tadinya di data yang kami peroleh di tahun 2018 itu kurang lebih 5771, tetapi berjalannya dengan waktu inilah peran pendamping di lapangan untuk melakukan evaluasi di setiap kelurahan, bagi KPM yang sudah dikatakan mampu dan mandiri, mereka bisa dilakukan graduasi,” paparnya.
Dijelaskan graduasi PKM-PKH ada dua macam yakni graduasi mandiri dan graduasi yang sifatnya paksaan. Dalam pemberian bantuan PKH, kebanyakan masyarakat yang sudah dinyatakan mampu, tidak mau keluar dari status penerima bantuan tersebut.
“Kita ketahui bersama bahwa masyarakat ketika sudah menerima bantuan pemerintah dan sudah bertahun-tahun enggan melepaskan,” jelasnya.
Hasil pendataan di lapangan masih banyak masyarakat yang tidak mau untuk melepaskan sebagai penerima bantuan.
“Padahal kalau kita melihat dari sisi ekonomis sebenarnya merekh sudah layak dan tidak perlu lagi dibantu melalui program PKH itu, tetapi masih ada saja masyarakat yang kami temukan masih enggan keluar,” ulasnya.
Menyikapi hal tersebut, pihaknya akan mengambil langkah tegas untuk mengeluarkan secara paksa penerima PKH yang sudah dinyatakan mampu dari sisi ekonomi.
Pihaknya juga akan memberikan pemahaman kepada masyarakat yang sudah mampu untuk tidak ikut dalam penerimaan PKH, agar masyarakat yang tidak mampu lainnya dapat merasakan bantuan itu.
“Dengan memberikan pemahaman bagaimana caranya memberikan edukasi sehingga pada akhirnya mereka bisa keluar, bisa menerima keyataan itu,” pungkasnya. (#)
Peliput: LM Syahrul

