BAUBAU, BP- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan, cuaca di Kota Baubau saat ini memasuki musim pancaroba, peralihan dari musim kemarau ke musim hujan.
“Wilayah Baubau sudah ada yang turun hujan, ini menandakan bahwa wilayah Baubau dan sekitarnya sudah masuk masa peralihan musim dari kemarau ke musim hujan,” kata Kepala BMKG Stasiun Betoambari Baubau Fatuhri saat dikonfirmasi Baubau Post via WhastApp, rabu (30/10).
“Menurut catatan klimatologis Stasiun Meteorologi Betoambari Baubau, masa peralihan musim ini normalnya mulai dari akhir Oktober hingga pertengahan November (sekitar 2-3 minggu),” tambahnya.
Dijelaskannya, cuaca pada musim pancaroba saat ini tidak menentu, terkadang panas, terkadang juga hujan. Untuk itu, ia mengimbau kepada masyarakat untuk waspada potensi petir dan angin kencang.
“Hal ini (cuaca-red) perlu diwaspadai, karena udara panas dari kemarau belum benar-benar sirna dan bertemu dengan udara lembab awal musim hujan, maka energi laten (panas dan lembab) yang terkandung dalam atmosfer dapat membentuk awan cumulonimbus (awan hujan tebal) yang berpotensi petir dan angin kencang,” jelas Fatuhri.
Lanjut dijelaskannya, hujan pertama yang turun setelah kemarau berkepanjangan bersifat asam. Pasalanya, air hujan yang turun melarutkan banyak debu dan polutan di udara selama kemarau.
“Sebaiknya kita menghindari penggunaan air hujan pertama yang jatuh di akhir kemarau seperti saat ini,” imbau Fatuhri kepada masyarakat. (*)
Peliput: Gustam



