Kemenag Buton Selatan Tegaskan Komitmen pada Program Prioritas Nasional, Kembangkan Pesantren, dan Ekonomi Berbasis UmatKemenag Buton Selatan Tegaskan Komitmen pada Program Prioritas Nasional, Kembangkan Pesantren, dan Ekonomi Berbasis Umat

BUTON SELATAN, BAUBAUPOST.COM– Kementerian Agama Kabupaten Buton Selatan terus memperkuat implementasi program prioritas nasional dengan menitikberatkan pada kerukunan umat beragama, pemberdayaan ekonomi, serta ketahanan pangan berbasis keluarga dan lembaga pendidikan. “Kemenag Buton Selatan Tegaskan Komitmen pada Program Prioritas Nasional, Kembangkan Pesantren, dan Ekonomi Berbasis Umat,”

Kemenag Buton Selatan Tegaskan Komitmen pada Program Prioritas Nasional, Kembangkan Pesantren, dan Ekonomi Berbasis Umat
Kemenag Buton Selatan Tegaskan Komitmen pada Program Prioritas Nasional, Kembangkan Pesantren, dan Ekonomi Berbasis Umat

Kepala Kemenag Buton Selatan, H. Khalifah, menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen menjalankan kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah pusat tanpa membuat program di luar kerangka tersebut. Fokus utama diarahkan pada pelaksanaan delapan program prioritas Kementerian Agama di tingkat daerah.
Menurut Khalifah, salah satu aspek penting yang menjadi perhatian adalah peningkatan kerukunan umat beragama di tengah masyarakat. Ia menekankan pentingnya sikap saling menghargai dalam menyikapi perbedaan praktik ibadah yang selama ini kerap menjadi perdebatan.
Ia mencontohkan perbedaan penggunaan qunut dalam salat Subuh maupun tradisi tahlilan yang seharusnya tidak menjadi sumber konflik. Masyarakat diimbau untuk tetap menjaga persatuan dan tidak mempermasalahkan hal-hal yang bersifat furu’iyah.
“Perbedaan itu hal biasa dalam kehidupan beragama. Yang terpenting adalah tetap menjalankan ibadah dan menjaga kebersamaan,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).
Selain itu, Kemenag juga mendorong agar masjid menjadi ruang yang inklusif bagi seluruh umat Islam. Masjid diharapkan tidak dikuasai oleh kelompok tertentu, melainkan menjadi tempat yang terbuka dan ramah bagi semua kalangan.
Sikap eksklusivisme dan klaim kebenaran sepihak dinilai berpotensi memicu intoleransi. Oleh karena itu, masyarakat diajak untuk mengedepankan sikap moderat dan saling menghormati dalam kehidupan beragama.
Di sektor lingkungan dan ekonomi, Kemenag Busel mulai mengembangkan pendekatan ekoteologi, yaitu kesadaran menjaga alam sebagai bagian dari ajaran agama. Program ini diwujudkan melalui pemanfaatan lahan pekarangan untuk menanam tanaman produktif.
Tanaman seperti cabai, tomat, dan sayuran dinilai dapat membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga sekaligus mendukung ketahanan pangan keluarga. Langkah ini juga diharapkan mampu mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pasar.
Selain pertanian, beberapa madrasah di Buton Selatan juga telah mengembangkan program peternakan ayam petelur. Program tersebut dikelola langsung oleh pihak sekolah dan hasilnya dimanfaatkan untuk kebutuhan internal maupun dijual jika berlebih.
Dalam bidang sosial, Kemenag mendorong optimalisasi pengelolaan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Dana zakat diharapkan dapat membantu masyarakat kurang mampu, khususnya dalam pembiayaan pendidikan dan layanan kesehatan.
Kemenag juga berperan sebagai penghubung antara masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi dengan mereka yang membutuhkan. Namun, keberhasilan program ini sangat bergantung pada kesadaran masyarakat untuk berinfak dan bersedekah.

baca juga:

  1. Bupati Buton Selatan H Muh Adios Dukung Kampanye Hemat Energi dan Promosi Pariwisata Lewat
  2. Cooking Competition Syariah Warnai HUT Sultra, Bupati Buton Selatan H Muh Adios Dukung UMKM di Festival HUT ke-62 Sultra di Bokori

Lebih lanjut, fungsi masjid diharapkan tidak hanya terbatas sebagai tempat ibadah ritual. Masjid juga didorong menjadi pusat kegiatan sosial, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi umat.
Di sektor pendidikan keagamaan, Kemenag Busel turut mendorong pengembangan pondok pesantren. Saat ini, jumlah pesantren yang aktif dinilai masih terbatas, meskipun terdapat rencana pembukaan cabang pesantren oleh pihak swasta.
Dengan berbagai langkah tersebut, Kemenag Buton Selatan berharap dapat memberikan solusi atas berbagai persoalan keagamaan sekaligus mendorong terciptanya kehidupan beragama yang harmonis, inklusif, dan produktif di tengah masyarakat.(*)

baca berita lainnya:

SULTRA, BAUBAUPOST.COM – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Provinsi Sulawesi Tenggara berlangsung semarak melalui berbagai kegiatan yang dipusatkan di Pulau Bokori, Sabtu (25/4/2026). Festival kuliner berbasis syariah menjadi salah satu agenda utama yang menarik perhatian masyarakat dan pelaku usaha. “Bupati Buton Selatan H Muh Adios Sebut Festival Kuliner Momentum Promosi Daerah, Pulau Bokori Jadi Pusat Festival Kuliner HUT ke-62 Sultra 2026,”

Bupati Buton Selatan H Muh Adios Sebut Festival Kuliner Momentum Promosi Daerah, Pulau Bokori Jadi Pusat Festival Kuliner HUT ke-62 Sultra 2026
Bupati Buton Selatan H Muh Adios Sebut Festival Kuliner Momentum Promosi Daerah, Pulau Bokori Jadi Pusat Festival Kuliner HUT ke-62 Sultra 2026

Festival tersebut menjadi bagian dari rangkaian Harmoni Sultra 2026 yang bertujuan memperkuat sektor ekonomi kreatif, khususnya UMKM berbasis kuliner halal, sekaligus mendorong digitalisasi sistem pembayaran di wilayah timur Indonesia.

Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, secara resmi membuka kegiatan Halal Cooking Competition yang merupakan bagian dari Festival Syariah Kawasan Timur Indonesia 2026.

dummy

“Kegiatan ini bukan hanya ajang lomba, tetapi menjadi sarana edukasi dan penguatan ekonomi syariah yang berkelanjutan,” ujar Gubernur dalam sambutannya.

Kompetisi memasak tersebut diikuti oleh peserta dari berbagai kalangan, mulai dari Tim Penggerak PKK se-Sultra, pelajar, hingga profesional kuliner. Kegiatan ini digagas oleh Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Tenggara sebagai bagian dari penguatan ekosistem ekonomi syariah.

Kehadiran chef nasional, Juna Rorimpandey, sebagai juri utama turut menambah daya tarik acara. Ia menilai peserta berdasarkan aspek cita rasa, kreativitas, serta teknik penyajian.

“Saya melihat potensi kuliner lokal Sultra sangat besar untuk dikembangkan ke tingkat nasional bahkan internasional,” kata Chef Juna saat memberikan penilaian.

Selain menjadi juri, Chef Juna juga menampilkan demonstrasi memasak yang disambut antusias oleh pengunjung yang memadati kawasan wisata tersebut.

Bupati Buton Selatan, H. Muhammad Adios, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan UMKM dan sektor pariwisata.

3 17

“Kegiatan ini sangat positif karena membuka ruang promosi bagi produk lokal dan memperkuat sektor ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Buton Selatan siap bersinergi dengan pemerintah provinsi untuk meningkatkan daya saing produk lokal agar mampu menembus pasar yang lebih luas.

Momentum festival ini juga dimanfaatkan untuk memperluas jejaring antar pelaku usaha serta memperkenalkan potensi wisata daerah kepada masyarakat luas.

Dalam rangkaian kegiatan, Gubernur bersama jajaran pejabat dan TP PKK Provinsi Sultra melakukan penanaman pohon bintaro di kawasan Pulau Bokori sebagai simbol kepedulian terhadap lingkungan.

Selain itu, pelepasan perahu nelayan yang mengelilingi Pulau Bokori menjadi simbol kemeriahan perayaan HUT ke-62 Sulawesi Tenggara yang melibatkan masyarakat pesisir.

Atraksi flying board turut memeriahkan suasana dan menjadi daya tarik wisata bahari yang memperkuat citra Pulau Bokori sebagai destinasi unggulan di Sulawesi Tenggara.

baca juga:

Hadiri HUT ke-62 Sultra, Sekda Buton Selatan La Ode Harwanto Tegaskan Komitmen Sinergi
Bupati H Muh Adios Pimpin Kontingen Buton Selatan Semarakkan HUT Sultra ke 62 dengan Nuansa Budaya Khas Sekaligus Jadi Ajang Promosi

Secara historis, pengembangan ekonomi berbasis syariah di Indonesia mulai mendapat perhatian serius sejak berdirinya Bank Muamalat Indonesia pada 1991, yang menjadi tonggak awal pertumbuhan industri keuangan syariah nasional.

Di tingkat global, industri halal terus berkembang pesat dengan nilai ekonomi mencapai triliunan dolar, mencakup sektor makanan, pariwisata, hingga keuangan, yang menjadikan festival seperti ini relevan dalam konteks persaingan internasional.

Sementara itu, Pulau Bokori sendiri telah lama dikenal sebagai destinasi wisata unggulan di Sulawesi Tenggara setelah direvitalisasi pemerintah daerah pada dekade 2010-an untuk mendukung sektor pariwisata bahari.

Dengan berbagai rangkaian kegiatan tersebut, perayaan HUT ke-62 Sulawesi Tenggara tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga momentum strategis dalam memperkuat ekonomi daerah berbasis potensi lokal dan kearifan budaya.(*)

Visited 10 times, 10 visit(s) today
One thought on “Kemenag Buton Selatan Tegaskan Komitmen pada Program Prioritas Nasional, Kembangkan Pesantren, dan Ekonomi Berbasis Umat”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *