BAUBAU, BAUBAUPOST.COM– Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BB Labkesmas) Makassar memperkuat pembinaan mutu laboratorium kesehatan di Kota Baubau melalui kegiatan Pemantapan Mutu Eksternal (PME) yang digelar pada Senin (9/6/2026). Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan hasil pemeriksaan laboratorium di fasilitas pelayanan kesehatan memenuhi standar sehingga dapat menjadi dasar diagnosis dan pengambilan keputusan medis secara akurat. “BB Labkesmas Makassar Perkuat Akurasi Laboratorium Kesehatan Daerah Kota Baubau, Dua Puskesmas Dibina Mutu Pemeriksaan Malaria,”

Dalam kunjungan tersebut, Kepala BB Labkesmas Makassar, Dr. dr. Irene, M.K.M., menegaskan bahwa penguatan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Baubau memiliki arti strategis bagi pelayanan kesehatan di wilayah Kepulauan Buton. Menurutnya, keberadaan laboratorium yang andal akan mengurangi ketergantungan pengiriman sampel ke Makassar sehingga pelayanan menjadi lebih cepat dan efisien.
“Labkesda Baubau memiliki peran penting agar masyarakat tidak perlu lagi mengirim sampel pemeriksaan ke Makassar. Kalau pemeriksaan bisa dilakukan di sini sendiri tentu lebih cepat dan biaya lebih ringan,” ujar Irene.
Selain memperkuat fungsi Labkesda, tim BB Labkesmas juga mengevaluasi hasil PME yang telah diikuti laboratorium kesehatan dan puskesmas di Baubau. Dari evaluasi tersebut ditemukan adanya kekeliruan pembacaan pemeriksaan malaria di Puskesmas Sulaa dan Puskesmas Kadolomoko sehingga keduanya menjadi prioritas pembinaan lanjutan.
Irene menegaskan bahwa temuan tersebut tidak dimaksudkan untuk memberikan penilaian negatif terhadap fasilitas kesehatan, melainkan sebagai bagian dari proses peningkatan kualitas layanan. “Kalau ada hasil yang tidak sesuai dengan kunci panel, maka kami turun langsung ke lapangan untuk melihat apa kendalanya dan apa yang perlu diperbaiki. Ini sifatnya pembinaan, bukan menghakimi,” katanya.

Ia menambahkan, peninjauan lapangan diperlukan karena penyebab ketidaksesuaian hasil pemeriksaan dapat dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kondisi peralatan, metode pemeriksaan hingga kompetensi sumber daya manusia. “Kami harus melihat langsung kondisi di lapangan. Bisa saja masalahnya pada alat, metode, atau sumber daya manusianya. Jadi tidak bisa langsung disimpulkan,” jelas Irene.
Program PME sendiri merupakan mekanisme pengendalian mutu yang dilakukan dengan mengirimkan panel uji kepada laboratorium peserta untuk kemudian dibandingkan dengan standar acuan. Sistem serupa telah lama diterapkan di berbagai negara sebagai bagian dari penjaminan mutu laboratorium klinik guna memastikan hasil pemeriksaan memiliki tingkat akurasi dan konsistensi yang tinggi.
Secara historis, penguatan sistem mutu laboratorium menjadi perhatian dunia sejak berkembangnya standar internasional pengelolaan laboratorium medis seperti ISO 15189, yang mendorong penerapan kompetensi dan manajemen mutu di berbagai negara. Di Indonesia, peningkatan kualitas laboratorium kesehatan juga terus didorong pemerintah melalui jejaring laboratorium berjenjang, mulai dari puskesmas sebagai tier 1, laboratorium kesehatan daerah kabupaten/kota sebagai tier 2, laboratorium provinsi sebagai tier 3, hingga laboratorium regional seperti BB Labkesmas sebagai tier 4.
baca juga:
- Labkesda Baubau Perkuat Laboratorium Lingkungan dan Klinik Untuk Layani Masyarakat di …
- Pemkot Baubau Perluas Program DASHAT Hingga 40 Kelurahan Untuk Tekan Angka Stunting
Sebagai bagian dari pengembangan kapasitas, BB Labkesmas Makassar turut membuka kesempatan magang bagi tenaga laboratorium daerah untuk meningkatkan kompetensi teknis. “Kami juga membuka fasilitasi magang di Makassar untuk peningkatan kemampuan SDM laboratorium daerah,” tutur Irene. Melalui pembinaan berkelanjutan tersebut, diharapkan mutu pemeriksaan laboratorium di Baubau semakin meningkat sehingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat menjadi lebih cepat, tepat, dan dapat dipercaya.(*)
baca berita lainnya:

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya penguatan sistem laboratorium kesehatan di wilayah regional 8 yang berada di bawah koordinasi BB Labkesmas Makassar. Dalam struktur laboratorium kesehatan nasional, Labkesda Kota Baubau berada pada tier 2 atau tingkat kedua yang memiliki fungsi strategis sebagai laboratorium pembina bagi laboratorium puskesmas maupun laboratorium swasta di Kota Baubau dan wilayah sekitarnya.
Dalam arahannya, Irene menjelaskan bahwa keberadaan laboratorium kesehatan memiliki peran sangat penting dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat. Menurutnya, hasil pemeriksaan laboratorium menjadi salah satu dasar utama bagi tenaga medis dalam menentukan diagnosis penyakit maupun tindakan penanganan pasien.
“Laboratorium kesehatan saat ini memegang peranan yang sangat penting karena hasil pemeriksaan laboratorium menjadi dasar dokter dalam menentukan diagnosis penyakit. Selain itu, laboratorium juga berperan dalam pemeriksaan kesehatan lingkungan sehingga hasilnya harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Ia mengatakan, Kementerian Kesehatan terus berupaya memperkuat kapasitas laboratorium kesehatan daerah, baik dari sisi sumber daya manusia maupun sarana dan prasarana penunjang pelayanan laboratorium.
Menurut Irene, pengalaman saat pandemi Covid-19 menjadi pelajaran penting bagi pemerintah untuk memperkuat sistem laboratorium kesehatan di daerah agar mampu melakukan pemeriksaan secara mandiri tanpa harus mengirim sampel ke luar daerah.
“Belajar dari Covid-19, Kementerian Kesehatan mengalokasikan anggaran melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk peningkatan sarana dan prasarana laboratorium kesehatan di daerah. Tujuannya agar daerah bisa mandiri melakukan pemeriksaan dan pelayanan kesehatan menjadi lebih cepat serta efisien,” katanya.
Ia menambahkan, keberadaan Labkesda yang kuat akan membantu masyarakat memperoleh pelayanan pemeriksaan kesehatan dengan lebih mudah dan biaya yang lebih terjangkau. Dengan begitu, masyarakat tidak perlu lagi mengirim sampel pemeriksaan ke Makassar yang tentunya membutuhkan waktu dan biaya tambahan.
Dalam kunjungannya ke Kota Baubau, Irene juga melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Pemantapan Mutu Eksternal (PME) laboratorium kesehatan, khususnya terkait pemeriksaan malaria di sejumlah puskesmas.

Dari hasil evaluasi tersebut, ditemukan masih adanya kendala dalam pembacaan hasil pemeriksaan malaria di Puskesmas Sulaa dan Puskesmas Kadolomoko.
Meski demikian, Irene menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukanlah bentuk penghakiman terhadap fasilitas kesehatan, melainkan bagian dari pembinaan dan pendampingan untuk meningkatkan kualitas pelayanan laboratorium.
“Ini bukan penghakiman, tetapi pembinaan. Kami ingin melihat langsung apa kendalanya di lapangan, apakah terkait alat, metode pemeriksaan, atau kemampuan petugas laboratorium. Yang terpenting adalah bagaimana kualitas pemeriksaan bisa terus ditingkatkan,” jelasnya.
Selain melakukan pembinaan, BB Labkesmas Makassar juga membuka kesempatan bagi tenaga laboratorium daerah untuk mengikuti program magang dan peningkatan kapasitas di Makassar.
“Kami juga memfasilitasi magang bagi petugas laboratorium daerah agar kemampuan dan keterampilannya semakin meningkat,” tambah Irene.
Sementara itu, Kepala UPTD Labkesda Kota Baubau, Asriani, SKM, dalam laporannya menyampaikan bahwa Labkesda Kota Baubau berdiri sejak tahun 2020 dan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan laboratorium kesehatan bagi masyarakat.
Ia menjelaskan, saat ini Labkesda Kota Baubau didukung oleh tenaga kesehatan yang terdiri dari enam aparatur sipil negara (ASN), dua petugas paruh waktu, dan enam petugas penuh waktu.
baca juga:
- DASHAT Jadi Garda Terdepan Tekan Angka Stunting di Kota Baubau
- Fasilitas Lengkap, Laboratorium Kesehatan Baubau Layani Pemeriksaan Klinik hingga Lingkungan untuk Wilayah Kepulauan Buton
Menurut Asriani, dukungan dari Kementerian Kesehatan maupun BB Labkesmas Makassar sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kemampuan pelayanan laboratorium di daerah, baik dari sisi sumber daya manusia, peralatan, maupun sistem pemeriksaan laboratorium.
“Kami berharap melalui visitasi dan bimbingan teknis ini, kualitas pelayanan laboratorium kesehatan di Kota Baubau semakin meningkat sehingga mampu memberikan pelayanan pemeriksaan yang cepat, tepat, dan akurat kepada masyarakat,” tutupnya.(*)



