F01.2 Pemerintah memutuskan untuk mengisolasi RSDC Wisma Atlet Kemayoran.Pemerintah memutuskan untuk mengisolasi RSDC Wisma Atlet Kemayoran.

Jakarta, — Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Letnan Jenderal TNI Suharyanto menyebut pemerintah pusat masih akan membahas skema kebijakan pembatasan mobilitas menjelang Natal dan Tahun baru 2022 (Nataru) di tengah ancaman varian SARS-CoV-2 B.1.1.529 atau yang dikenal dengan varian Omicron di Indonesia.
Suharyanto mengaku tak menutup kemungkinan pemerintah akan menerapkan pegetatan dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) apabila memang diperlukan. Pemerintah menyebut kebijakan penanganan Covid-19 bersifat dinamis lantaran harus mengikuti situasi dan kondisi penularan kasus Covid-19 di Indonesia.

F01.2 Pemerintah memutuskan untuk mengisolasi RSDC Wisma Atlet Kemayoran.
Pemerintah memutuskan untuk mengisolasi RSDC Wisma Atlet Kemayoran.

“Iya [mengkaji perihal peluang pengetatan kebijakan Nataru], hari ini baru akan ada rapat koordinasi,” kata Suharyanto kepada CNNIndonesia.com, Senin (20/12).

Kendati demikian, Suharyanto belum bisa persentase peluang PPKM level 3 atau 4 diterapkan. Ia meminta publik menunggu pengumuman resmi selanjutnya dari pemerintah pusat.

“Mungkin sore nanti sudah ada informasi perkembangannya seperti apa ya,” kata dia.

Desakan pengetatan mobilitas warga saat Nataru di tengah ancaman varian Omicron sebelumnya juga sempat disampaikan Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat (IAKMI) Hermawan Saputra.

Hermawan mengatakan pemerintah tidak boleh meremehkan situasi saat ini lantaran karakteristik Omicron disebut lebih cepat menular ketimbang varian Delta. Belajar dari pengalaman, ia menyebut usai momen Nataru tahun lalu, kasus aktif Covid-19 di Indonesia mencapai ratusan ribu, padahal saat itu, belum ada varian Covid-19.

Oleh sebab itu, tidak seharusnya pemerintah memberi kelonggaran di tengah situasi masyarakat yang sudah jenuh dan tidak taat. Ia pun mewanti-wanti kasus pertama Omicron itu menjadi snowball. Ia juga meminta pemerintah tidak usah malu terkait kebijakan inkonsisten dalam hal ini kembali memberlakukan PPKM Level 3 di seluruh daerah.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) saat ini mencatat sudah ada tiga kasus positif Covid-19 dengan varian Omicron di Indonesia. Ketiganya merupakan WNI petugas kebersihan di Wisma Atlet, pria 42 tahun dengan riwayat perjalanan dari AS, serta pria 50 tahun perjalanan dari Inggris. Ketiganya dibuktikan dengan hasil pemeriksaan Whole Genome Sequences (WGS).

baca juga: Kearifan Lokal Budaya Buton Melawan Corona, Presentase Bupati Bupati Buton Di ajang Anugerah Kebudayaan PWI

Kemenkes juga menduga satu kasus probable dari WNI yang baru tiba dari Nigeria sebagai temuan kasus pertama. Selain itu, juga masih ada tiga kasus probable yang berasal dari tiga WNA China yang masih menjalani masa karantina di Manado. Sejumlah kasus probable itu masih menunggu hasil WGS. (CNN Indoensia)

Comments are closed.