Riset Wallacea Perkuat Usulan Taman Nasional Baru di SultraRiset Wallacea Perkuat Usulan Taman Nasional Baru di Sultra

SULTRA, BP – Dorongan pembentukan kawasan konservasi baru seluas sekitar 6.000 kilometer persegi di Sulawesi Tenggara kembali menguat setelah berbagai temuan ilmiah Wallacea Expeditions dipresentasikan dalam konferensi pers di Hotel Plaza Inn Kendari, Senin (5/1/2026). Forum tersebut menjadi momentum strategis yang mempertemukan ilmuwan, akademisi, pemerintah, dan pemangku kepentingan untuk merumuskan arah perlindungan lanskap Wallacea. “Riset Wallacea Perkuat Usulan Taman Nasional Baru di Sultra,”

Riset Wallacea Perkuat Usulan Taman Nasional Baru di Sultra
Riset Wallacea Perkuat Usulan Taman Nasional Baru di Sultra

Kegiatan ini menghadirkan sederet tokoh penting, mulai dari Penasihat Utama Menteri Kehutanan RI Silverius Oscar Unggul, perwakilan Rektor Universitas Halu Oleo, pimpinan OPD Pemprov Sultra, hingga peneliti dari Universitas Muhammadiyah Kendari, Universitas Gadjah Mada, dan Institut Teknologi Bandung. Hadir pula Direktur Nature Volutio dan sejumlah akademisi lintas kampus.

Dalam forum tersebut, para peneliti Wallacea Expeditions menegaskan bahwa lanskap Tangkil, Mekongga, Matarombeo, Sambore, dan sekitarnya merupakan bentang alam dengan tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi dan fungsi hidrologis yang kritis. Temuan mereka diperoleh melalui ekspedisi mandiri sejak beberapa tahun terakhir.

Wakil Gubernur Sultra, Ir. Hugua, M.Ling., yang membuka kegiatan secara resmi, menyampaikan apresiasi besar terhadap riset yang dilakukan tanpa pendanaan dari pemerintah daerah. Ia menilai kerja keras para peneliti memberikan kontribusi signifikan bagi masa depan perencanaan konservasi di Sulawesi Tenggara.

Hugua menegaskan bahwa kerusakan kawasan hulu akan menimbulkan ancaman serius bagi wilayah hilir seperti Konawe Utara, Kolaka, dan Kolaka Timur yang sangat bergantung pada kestabilan aliran sungai dan ekosistem rawa. Ia mengingatkan bahwa krisis lingkungan dapat terjadi sewaktu-waktu jika kawasan puncak gunung tidak dijaga.

Selain itu, ia menyoroti keterbatasan kewenangan pemerintah daerah dalam sektor kehutanan dan pertambangan berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014. Menurutnya, hal tersebut kerap menjadi hambatan dalam mengawal kebijakan perlindungan lingkungan di tingkat daerah.

Sementara itu, Silverius Oscar Unggul menyampaikan bahwa keberhasilan pengelolaan hutan di Indonesia membutuhkan sinergi erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat. Ia mengungkapkan bahwa Kementerian Kehutanan telah membentuk Task Force Pengelolaan Hutan Berbasis Lanskap, di mana Sulawesi Tenggara menjadi salah satu pilot project nasional.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah pusat sedang membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan NGO, perguruan tinggi, serta mitra internasional. Upaya ini dilakukan karena luasnya kawasan hutan Indonesia tidak sebanding dengan kapasitas pendanaan negara.

Selain pembiayaan konvensional, Silverius menyoroti peluang skema karbon kredit dan biodiversitas kredit yang kini menjadi perhatian global. Menurutnya, instrumen tersebut dapat menjadi sumber pendapatan baru sekaligus memberikan manfaat ekologis bagi daerah.

Secara historis, kawasan Wallacea telah dikenal sejak abad ke-19 setelah naturalis Inggris Alfred Russel Wallace melakukan ekspedisi besar-besaran di wilayah Nusantara. Konsep “Garis Wallace” yang memisahkan flora-fauna Asia dan Australia menjadi tonggak penting dalam kajian biogeografi dunia. Sulawesi, termasuk wilayah Sultra, merupakan pusat dari temuan itu dan hingga kini menjadi fokus riset ilmiah internasional.

Karena nilai ekologinya yang tinggi, sejumlah kawasan di Sulawesi sebelumnya telah diusulkan menjadi Taman Nasional atau Geopark UNESCO. Namun, usulan baru seluas 6.000 km² ini menjadi salah satu yang paling komprehensif, karena didasarkan pada data ilmiah terbaru dan pendekatan lanskap terpadu.

BACA JUGA:

  1. Gubernur Sultra ASR dan Wakilnya Hugua Gelar Buka Puasa Bersama, Terima kasih Atas Dukungan
  2. Mutasi Polri Maret 2025: Update Daftar Kapolda yang Dirombak, Tujuh Kapolres di Sultra Berganti, Ada Kapolres Baubau

Forum Wallacea Expeditions kali ini tidak hanya menjadi ajang publikasi hasil penelitian, tetapi juga diharapkan menjadi landasan awal terbentuknya komitmen kolektif lintas sektor. Para peserta sepakat bahwa keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat bergantung pada kemampuan bersama menjaga ekosistem Wallacea.

Dengan menguatnya dukungan ilmiah dan politik, usulan pembentukan kawasan konservasi baru di Sulawesi Tenggara kini memasuki babak penting. Langkah selanjutnya menunggu respons pemerintah pusat serta proses koordinasi lanjutan dengan lembaga terkait.(*)

BACA BERITA LAINNYA:

Gubernur Andi Sumangerukka Meluncurkan 39 Program Quick Win 100 Hari ASR-Hugua Saat Pidato Perdana di DPRD, Berikut DaftarnyaGubernur Andi Sumangerukka Meluncurkan 39 Program Quick Win 100 Hari ASR-Hugua Saat Pidato Perdana di DPRD, Berikut Daftarnya

SULTRA, BP– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tenggara menggelar rapat paripurna masa sidang ke-2 tahun 2024–2025 dengan agenda utama penyampaian pidato sambutan Gubernur Sulawesi Tenggara periode 2025–2030, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, S.E., M.M. Acara ini berlangsung di Ruang Rapat DPRD Prov. Sultra, Senin, 3 Maret 2025.“Gubernur Andi Sumangerukka Meluncurkan 39 Program Quick Win 100 Hari ASR-Hugua Saat Pidato Perdana di DPRD, Berikut Daftarnya,”

Rapat ini dihadiri oleh Ketua DPRD Provinsi Sultra La Ode Tariala, S.Pd., beserta segenap pimpinan dan anggota DPRD Sultra. Wakil Gubernur Sultra Ir. Hugua turut serta dalam acara ini, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Tingkat I Sultra dan para pimpinan kementerian/lembaga yang berada di Sulawesi Tenggara.

Gubernur Andi Sumangerukka Meluncurkan 39 Program Quick Win 100 Hari ASR-Hugua Saat Pidato Perdana di DPRD, Berikut Daftarnya
Gubernur Andi Sumangerukka Meluncurkan 39 Program Quick Win 100 Hari ASR-Hugua Saat Pidato Perdana di DPRD, Berikut Daftarnya

Selain itu, hadir pula para bupati dan wali kota se-Sultra, Para ketua partai politik tingkat provinsi dan kabupaten/kota, Sekretaris Daerah Sultra, Ketua DPRD kabupaten/kota se-Sultra, Danlanud Haluoleo, Danlanal Kendari, serta para pejabat sipil, TNI, dan Polri turut hadir.

Hadir pula para kepala OPD lingkup Pemprov Sultra, Ketua Pengadilan Agama, serta pimpinan instansi vertikal seperti Kanwil Kemenkumham, Kepala OJK Sultra, dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sultra, Dari unsur akademisi dan organisasi masyarakat, hadir Rektor Universitas Haluoleo atau perwakilannya, Ketua KPU Sultra, Ketua Bawaslu Sultra, Ketua Kadin Sultra atau perwakilannya, serta para pimpinan organisasi non-pemerintah.

Dalam pidatonya, Gubernur Andi Sumangerukka mengucapkan terima kasih kepada DPRD Sultra atas inisiasi penyelenggaraan rapat paripurna perdana di awal masa kepemimpinannya. Ia juga menyampaikan selamat menunaikan ibadah puasa bagi seluruh umat Muslim.

“Kami menyadari bahwa amanah ini bukanlah tugas ringan, tetapi dengan dukungan semua pihak, terutama DPRD sebagai mitra strategis, kami yakin dapat membawa Sulawesi Tenggara ke arah yang lebih maju dan sejahtera,” ujar Gubernur ASR.

Dalam masa kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Ir. Hugua, Gubernur ASR menegaskan lima fokus utama yang akan menjadi prioritas pembangunan:
1. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
2. Memperkuat infrastruktur dan konektivitas guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, termasuk pembentukan klaster ekonomi, pariwisata, dan irigasi. Kota Kendari akan dikembangkan menjadi ikon Sulawesi Tenggara yang lebih modern dan menarik.
3. Peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, agar masyarakat memiliki daya saing yang tinggi.
4. Pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, untuk kesejahteraan generasi saat ini dan mendatang.
5. Reformasi birokrasi, guna menciptakan pemerintahan yang bersih, transparan, dan melayani rakyat.

Sebagai bentuk komitmen awal dalam memimpin Sulawesi Tenggara, Gubernur ASR juga meluncurkan 39 program Quick Win 100 Hari ASR-Hugua, di antaranya:
✅ Rapat pimpinan akselerasi pelaksanaan progrm 100 hari
✅ Pengendalian inflasi
✅ Mitigasi dan penanggulangan bencana
✅Sertifikat halal untuk UMK
✅ Mantu (Modal Usaha untuk Ibu-Ibu)
✅Beasiswa untuk Generasi Sulawesi Tenggara
✅ Penggaris (Perlengkapan dan Seragam Sekolah Gratis)
✅ Sultra Health Service (Asuransi Kesehatan Gratis untuk Masyarakat)
✅ Layanan Ambulans Darat dan Laut Gratis
✅ Sultra Sport Fest
✅ Jamaah (Jalan Mulus Antar Wilayah)
✅ Rehabilitasi DAS
✅ Agrokompleks (Bantuan Pupuk, Benih, Alsintan)
✅ Hibah Ormas
✅ Penyerahan Sertifikat Tanah
✅ Rancangan Pergub “Satu Data, Satu Peta, Satu Kebijakan”
✅ Job Fair “Samudra” (Semua Mudah Dapat Kerja)
✅ Launching Desa Ketahanan Pangan
✅ Percepatan Penyelesaian Batas Wilayah
✅ Monitoring Pelayanan Kesehatan
✅ Penandatanganan Pakta Integritas
✅ Laporan 100 Hari Hasil Kerja ASR-Hugua dan Proyeksi Kinerja Ke Depan
✅ Perluasan Infrastruktur Penyediaan Air Bersih
✅ Pembangunan Sarana Sanitasi
✅ Peresmian Monumen Pahlawan Oputa Yi Koo
✅ Co-Creating SPAM, SPLAD, TPA Regional, dan Drainase Kota
✅ Aktivasi Infrastruktur Kepulauan
✅ Digitalisasi Layanan Transportasi dan Pelayanan Kepelabuhanan
✅ Mudik Gratis
✅ Sultra Mandiri Energi
✅ Investment Summit
✅ Gov Award
✅ Pekan Literasi Sultra
✅ Sultra Storynomics Tourism
✅ Layanan Pajak “Sigap”
✅ Penguatan Kapasitas Perangkat Daerah
✅ Rekonsiliasi BUMD Sulawesi Tenggara
✅ Musrenbang
✅ Penguatan sektor pertanian dan perikanan agar Sultra menjadi lumbung pangan di Sulawesi
Di akhir pidatonya, Gubernur Andi Sumangerukka menegaskan bahwa seluruh kebijakan dan program yang diusungnya bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tenggara.

baca juga:

“Kami berkomitmen untuk menghadirkan pemerintahan yang bersih, transparan, dan berorientasi pada kepentingan rakyat. Dengan semangat gotong royong, mari kita bangun Sulawesi Tenggara yang lebih maju dan sejahtera,” tegasnya.
Mari bersama-sama mendukung pembangunan Sulawesi Tenggara yang lebih baik!. (*)

Visited 6 times, 1 visit(s) today