Basarnas Terjunkan Tim SAR Baubau Cari Dua Warga Mawasangka Hilang Kontak di Laut Kabaena Sejak SabtuBasarnas Terjunkan Tim SAR Baubau Cari Dua Warga Mawasangka Hilang Kontak di Laut Kabaena Sejak Sabtu

BUTON TENGAH, BP-Sebuah longboat yang ditumpangi dua warga dilaporkan hilang kontak di sekitar Perairan Pulau Kabaena, Desa Tapuhaka, Kecamatan Kabaena Timur, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, pada Sabtu (14/2/2025). “Basarnas Terjunkan Tim SAR Baubau Cari Dua Warga Mawasangka Hilang Kontak di Laut Kabaena Sejak Sabtu,”

Basarnas Terjunkan Tim SAR Baubau Cari Dua Warga Mawasangka Hilang Kontak di Laut Kabaena Sejak Sabtu
Basarnas Terjunkan Tim SAR Baubau Cari Dua Warga Mawasangka Hilang Kontak di Laut Kabaena Sejak Sabtu

 

Informasi hilangnya longboat tersebut baru diketahui oleh pihak Basarnas Kendari sehari setelah kejadian. Laporan diterima pada Minggu (15/2/2025) sekitar pukul 18.50 Wita melalui Comm Centre KPP Kendari.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kendari, Amiruddin A.S., menjelaskan bahwa dua penumpang longboat berangkat pada Sabtu sekitar pukul 14.00 Wita dari pelabuhan rakyat Dongkala menuju Mawasangka. Waktu tempuh normal untuk perjalanan tersebut diperkirakan sekitar tiga jam.

Namun hingga malam hari, longboat tersebut tidak kunjung tiba di Mawasangka. Situasi itu kemudian menimbulkan kekhawatiran keluarga, terutama setelah tidak ada kabar dari kedua penumpang.

Laporan resmi mengenai hilangnya longboat disampaikan oleh Zubaedah, istri salah satu korban. Ia menginformasikan bahwa longboat bermuatan dua orang tersebut tidak dapat dihubungi dan diduga mengalami lost contact.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pada pukul 19.05 Wita tim Rescue Pos SAR Baubau diterjunkan menuju lokasi kejadian. Operasi pencarian dilakukan menggunakan kapal cepat RB 210 untuk mempercepat penyisiran area.

Jarak antara Pos SAR Baubau dengan lokasi kejadian diperkirakan mencapai sekitar 28 nautical miles (NM). Tim bergerak segera setelah perintah operasi dikeluarkan, mengingat laporan telah masuk lebih dari 24 jam setelah longboat berangkat.

Kedua korban diketahui berasal dari Desa Napa, Kecamatan Mawasangka. Mereka masing-masing bernama La Angga (50) dan Renal (20), yang hingga kini belum ditemukan.

Sebelum laporan masuk ke Basarnas, keluarga dan warga sekitar sempat melakukan pencarian mandiri. Namun upaya yang dilakukan di sepanjang jalur pelayaran tidak memberikan hasil.

Basarnas Kendari menyatakan bahwa pencarian awal dilakukan dengan memfokuskan penyisiran pada rute yang biasa dilalui nelayan dan pelaku perjalanan laut dari Dongkala menuju Mawasangka. Area pencarian diperluas seiring dengan perkembangan informasi di lapangan.

Hingga Minggu malam, Basarnas belum menemukan tanda-tanda keberadaan longboat maupun korban. Kondisi cuaca di perairan Kabaena juga menjadi salah satu faktor yang terus dipantau tim SAR.

baca juga:

  1. Dipicu Cuaca Tiba-tiba Buruk KM Tilongkabila Tabrak Dangkalan Selat Baruta Buton
  2. Pengalaman PPIH Zarkoni Hasbi Suid Bercerita Proses Pemakaman Petugas Haji Penghafal Al Quran di Makkah

Operasi pencarian direncanakan berlanjut dengan melibatkan potensi SAR lainnya, termasuk nelayan setempat yang mengetahui karakteristik arus dan gelombang di wilayah tersebut.

Basarnas Kendari mengimbau masyarakat yang melintas atau beraktivitas di sekitar perairan Kabaena untuk segera melaporkan jika melihat tanda-tanda keberadaan longboat atau dua penumpang yang hilang tersebut.(*)

baca berita lainnya:

BOMBANA, BP Sebuah kapal penumpang rute Bajoe–Boepinang bernama KM Intan Celebes dilaporkan tenggelam di perairan Poleang, Kabupaten Bombana, pada Sabtu pagi, 14 Februari 2026. Berdasarkan informasi awal yang dihimpuin media ini, Seluruh penumpang dan awak kapal berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, meski situasi sempat mencekam saat gelombang tinggi menerjang kapal kayu tersebut. “Kapal Kayu KM Intan Celebes Tenggelam di Poleang, Penumpang Selamat dari Gelombang Tinggi,”

Kapal Kayu KM Intan Celebes Tenggelam di Poleang, Penumpang Selamat dari Gelombang Tinggi
Kapal Kayu KM Intan Celebes Tenggelam di Poleang, Penumpang Selamat dari Gelombang Tinggi

Insiden yang terjadi sekitar pukul 07.00 WITA itu berlangsung ketika kapal telah mendekati wilayah pesisir Poleang, setelah menempuh perjalanan dari Pelabuhan Bajoe menuju Pelabuhan Boepinang. Menurut informasi awal, kapal dihantam gelombang tinggi yang menyebabkan lambung tidak mampu menahan tekanan air.

Sejumlah rekaman video warga yang beredar di media sosial memperlihatkan para penumpang terombang-ambing di laut. Mereka berusaha bertahan dengan pelampung seadanya, gabus, dan bagian kapal yang masih mengapung. Barang muatan pun tampak berserakan di permukaan air, memperlihatkan kepanikan yang terjadi.

Proses evakuasi berlangsung cukup cepat karena beberapa kapal nelayan berada tidak jauh dari titik kejadian. Para nelayan segera menolong penumpang yang tercebur ke laut dan membawa mereka ke daratan terdekat. “Kami hanya berpikir bagaimana menyelamatkan orang-orang itu,” kata salah satu nelayan yang turut mengevakuasi korban.

Selain itu, sejumlah penumpang yang mengalami kelelahan dan syok langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat. Hingga siang hari, seluruh penumpang dikabarkan dalam kondisi stabil, meski sebagian masih menjalani observasi medis.

Pihak berwenang masih menyelidiki penyebab pasti tenggelamnya KM Intan Celebes. Dugaan awal mengarah pada cuaca ekstrem berupa gelombang tinggi dan angin kencang yang sudah beberapa hari melanda wilayah Teluk Bone. “Kami akan melakukan pemeriksaan terhadap kondisi kapal, cuaca, dan kelayakan pelayaran,” kata seorang petugas dari otoritas keselamatan pelayaran.

Secara historis, kecelakaan kapal di wilayah perairan Sulawesi bukanlah hal baru. Teluk Bone tercatat sebagai salah satu perairan rawan kecelakaan di Indonesia. Pada 2018, misalnya, KM Lestari Maju tenggelam di perairan Selayar dan menyebabkan puluhan korban jiwa. Secara global, kecelakaan serupa juga pernah terjadi, seperti tenggelamnya kapal feri MV Sewol di Korea Selatan pada 2014 yang menyita perhatian dunia karena banyaknya korban pelajar.

Kejadian KM Intan Celebes kali ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan dalam pelayaran rakyat yang masih banyak menggunakan kapal kayu. Faktor cuaca, kondisi kapal, dan kapasitas muatan kerap menjadi tantangan sekaligus risiko yang harus diantisipasi oleh operator pelayaran maupun otoritas terkait.

baca juga:

  1. Masyarakat Diaspora Pulau Buton Bentuk Keraton Buton di Jakarta
  2. KM Tilongkabila Tabrak Dangkalan Selat Baruta Buton, 1308 Penumpang Aman

Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi kejadian telah dinyatakan terkendali. Aparat gabungan terus memantau kondisi perairan Poleang mengingat potensi cuaca buruk masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Pemerintah daerah dan otoritas pelabuhan mengimbau seluruh pelaku pelayaran untuk memperhatikan prakiraan cuaca sebelum berlayar. Peringatan dini terus dikeluarkan oleh Badan Meteorologi mengingat tingginya potensi gelombang di wilayah perairan Sulawesi pada Februari.
Meski demikian hingga berita ini diterbitkan belum ada informasi resmi dari pihak berwewenang mengenai keadaan kapal, jumlah penumpang dan penyebab tenggelamnya kapal kayu tersebut.(*)

 

Visited 33 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *