Lilin Diduga Pemicu Kebakaran Kios di Lipu, Kios dan Motor Baru Hangus Terbakar, Pemkot Baubau Gercep Salurkan BantuanLilin Diduga Pemicu Kebakaran Kios di Lipu, Kios dan Motor Baru Hangus Terbakar, Pemkot Baubau Gercep Salurkan Bantuan

BAUBAU, BP-Sebuah kios sembako di Kelurahan Lipu, Kecamatan Betoambari, Kota Baubau, ludes terbakar pada Minggu dini hari (22/02/2026). Kebakaran yang terjadi saat warga masih terlelap itu menimbulkan kerugian besar dan menyebabkan satu orang penjaga kios harus dilarikan ke rumah sakit akibat luka bakar. “Lilin Diduga Pemicu Kebakaran Kios di Lipu, Kios dan Motor Baru Hangus Terbakar, Pemkot Baubau Gercep Salurkan Bantuan,”

Lilin Diduga Pemicu Kebakaran Kios di Lipu, Kios dan Motor Baru Hangus Terbakar, Pemkot Baubau Gercep Salurkan Bantuan
Lilin Diduga Pemicu Kebakaran Kios di Lipu, Kios dan Motor Baru Hangus Terbakar, Pemkot Baubau Gercep Salurkan Bantuan

Insiden kebakaran tersebut baru diketahui warga setelah melihat kobaran api yang membesar di bagian depan kios. Kepanikan sempat terjadi, lantaran api merambat cepat ke barang-barang dagangan yang mudah terbakar.

Laporan resmi diterima oleh layanan emergency call Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kota Baubau pada pukul 04.50 WITA. Dalam respons cepat, tiga unit armada pemadam dikerahkan menuju lokasi, terdiri dari dua unit mobil Mako Damkar dan satu unit dari Posko Betoambari.

Kepala Dinas Damkar, H La Ode Ali Hasan, SE, M.Si, menyatakan bahwa petugas tiba di lokasi hanya dalam waktu tujuh menit setelah laporan diterima. “Begitu kendaraan sampai, personel langsung melakukan penyerangan api dari dua titik,” ujarnya.

Proses pemadaman berlangsung intens selama sekitar 45 menit karena material kios didominasi sembako, plastik, dan Bahan Bakar Minyak (BBM). Karakter material tersebut membuat api cepat membesar dan sulit dikendalikan. “Kondisi di lapangan cukup menantang karena api sudah menyambar ke bagian rumah belakang,” tambah Ali Hasan.

F01.1B 3

Meski penyebab pasti masih diselidiki, dugaan sementara berdasarkan keterangan warga menyebutkan bahwa sumber api berasal dari lilin yang dinyalakan sebagai penerangan. Penggunaan lilin dalam ruangan yang terdapat banyak bahan mudah terbakar menjadi faktor yang mempercepat merambatnya api.

Dampak kerusakan yang ditimbulkan cukup besar. Kios berukuran 4×3 meter itu hangus terbakar, sebuah sepeda motor matic baru rusak total, dan bagian depan rumah pemilik kios ikut terdampak. Total kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp100 juta.

Penjaga kios bernama Wa Rima, seorang nenek yang juga merupakan kerabat dari pemilik kios La Daadu (40), mengalami luka bakar saat berupaya menyelamatkan barang dagangan. Korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Faga Husada. “Kondisinya butuh perawatan intensif karena luka bakarnya cukup serius,” kata seorang petugas medis.

Wali Kota Baubau, H Yusran Fahim, SE, turut meninjau lokasi kebakaran beberapa jam setelah kejadian. Pemerintah Kota Baubau juga menyerahkan bantuan sosial berupa logistik pangan, pakaian, selimut, sarung, dan peralatan dapur melalui Sekda La Ode Darus Salam, S.Sos, M.Si, bersama jajaran OPD terkait.

F01.1A 1

Secara historis, kasus kebakaran kios seperti ini bukan pertama kali terjadi di Indonesia. Berdasarkan catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), lebih dari 2.300 kasus kebakaran permukiman terjadi sepanjang 2024, dengan sebagian besar disebabkan oleh hubungan arus pendek dan penggunaan alat penerangan manual seperti lilin. Di tingkat global, laporan UN Office for Disaster Risk Reduction (UNDRR) mencatat bahwa kebakaran kecil di area padat penduduk adalah salah satu penyebab kerugian ekonomi terbesar di negara berkembang.

baca juga:

  1. Operasi Ramadhan, PKL Pasar Karya Nugraha Ditata Satpol PP Baubau
  2. Longboat Berpenumpang Dua Orang Asal Mawasangka Hilang di Perairan Kabaena, Basarnas Terjunkan Tim SAR Baubau

Ali Hasan kembali mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap sumber api. “Kami mengimbau agar masyarakat tidak menyalakan lilin di area yang banyak material mudah terbakar. Keselamatan harus menjadi prioritas,” tegasnya.

Upaya edukasi dan mitigasi kebakaran, termasuk simulasi penanggulangan kebakaran skala kecil, disebut akan terus dilakukan oleh Damkar Baubau sebagai bagian dari program pencegahan jangka panjang.(*)

baca berita lainnya:

BAUBAU, BP— Pemerintah Kota Baubau menegaskan komitmennya membenahi infrastruktur pengairan setelah banjir merendam persawahan di Kelurahan Waliabuku dan Ngkari-Ngkari, Kecamatan Bungi, pada Sabtu (21/2/2026). Tinjauan lapangan yang dilakukan pada Minggu (22/2/2026) mengonfirmasi bahwa penyumbatan saluran irigasi menjadi penyebab utama luapan air yang menggenangi lahan pertanian warga. “Wali Kota Baubau HYF Tinjau Banjir Sawah, Pembenahan Irigasi Diprioritaskan, Pemkot Baubau Bergerak Cepat Atasi Pendangkalan dan Sumbatan Irigasi,”

Wali Kota Baubau HYF Tinjau Banjir Sawah, Pembenahan Irigasi Diprioritaskan, Pemkot Baubau Bergerak Cepat Atasi Pendangkalan dan Sumbatan Irigasi
Wali Kota Baubau HYF Tinjau Banjir Sawah, Pembenahan Irigasi Diprioritaskan, Pemkot Baubau Bergerak Cepat Atasi Pendangkalan dan Sumbatan Irigasi

Banjir yang bertepatan dengan puncak musim hujan ini mengingatkan kembali pada sejumlah peristiwa serupa di daerah lain di Indonesia. Misalnya, banjir sawah di Jawa Tengah tahun 2023 yang menyebabkan ribuan hektare gagal panen, serta banjir besar di Pakistan pada 2022 yang berdampak luas pada produksi pangan nasional. Situasi itu menunjukkan pentingnya infrastruktur irigasi yang terkelola baik untuk menghadapi perubahan iklim global.

Dalam kunjungannya ke lokasi banjir, Wali Kota Baubau H. Yusran Fahim, SE, yang didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Baubau Ibnu Wahid, ST, MM, Camat Bungi Hasrun, SIP, Kabag Protokoler, Lurah Waliabuku, dan Babinkantibmas, menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin kejadian ini terulang. “Kami ingin memastikan bahwa semua titik irigasi dari hulu hingga hilir benar-benar berfungsi optimal, tanpa hambatan apa pun,” ujarnya.

Berdasarkan hasil peninjauan, penyumbatan paling parah terjadi pada bagian hilir saluran. Tumpukan ranting kayu dan sampah yang menutup aliran air menyebabkan tingginya debit air yang tidak mampu ditampung oleh saluran irigasi yang telah mengalami pendangkalan. Informasi dari Balai Wilayah Sungai (BWS) juga menyebutkan bahwa kapasitas saluran air tersebut telah berkurang secara signifikan.

“Pengerukan sedimen dan pembersihan material harus segera dikerjakan. Ini langkah penting agar air tidak meluap lagi ke sawah petani,” tambah Wali Kota. Ia menegaskan bahwa pembenahan irigasi bukan sekadar respons terhadap banjir kali ini, tetapi upaya jangka panjang menjaga ketahanan pangan lokal.

Di sisi lain, meskipun cukup luas area yang tergenang, pemerintah memastikan bahwa kerugian petani masih dapat ditekan. Sebagian besar lahan diketahui baru memasuki masa tanam dan usia tanam pun masih sangat muda. Kondisi ini meminimalkan risiko terjadinya gagal panen, berbeda dengan kasus nasional pada 2010 ketika banjir mengakibatkan kerusakan tanaman padi siap panen di beberapa wilayah sentra beras.

“Petani kita masih berada pada fase awal tanam sehingga dampak banjir tidak terlalu berat. Namun, antisipasi tetap diperlukan,” jelas Kadis Pertanian Ibnu Wahid.

Sementara itu, Pemkot Baubau juga memastikan bahwa stok pangan daerah dalam kondisi aman. Dengan adanya panen beberapa bulan lalu, cadangan gabah masih mencukupi kebutuhan masyarakat setempat. Harga gabah di tingkat petani pun masih stabil, berada pada kisaran Rp12.000 per kilogram.

Kondisi harga yang stabil tersebut memberikan optimisme bagi pemerintah daerah bahwa kesejahteraan petani tetap terjaga. Situasi ini jauh berbeda dari gejolak harga gabah internasional pada 2008 yang menyebabkan krisis pangan global akibat gagal panen di beberapa negara produsen utama.

Camat Bungi Hasrun melaporkan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan kelurahan dan Babinkantibmas untuk menggerakkan warga melakukan pembersihan ringan pada beberapa titik aliran yang dapat dijangkau. “Kami bergerak cepat agar aliran air kembali normal sambil menunggu penanganan teknis oleh pemerintah,” ujarnya.

baca juga:

  1. Basarnas Terjunkan Tim SAR Baubau Cari Dua Warga Mawasangka Hilang Kontak di Laut
  2. Kapal Kayu KM Intan Celebes Bajoe–Boepinang Tenggelam di Perairan Poleang, Nelayan Selamatkan Para Penumpang

Banjir kali ini juga menjadi momentum evaluasi bagi Pemkot Baubau untuk meningkatkan sistem mitigasi bencana berbasis komunitas. Pemerintah berencana mengintegrasikan pemetaan risiko banjir dengan data historis curah hujan serta kondisi irigasi agar langkah pencegahan dapat dilakukan lebih cepat.

Upaya pembenahan irigasi diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan jangka pendek, tetapi juga memperkuat ketahanan produksi pertanian Kota Baubau menghadapi perubahan iklim yang kian tidak menentu.(*)

Visited 53 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *