BAUBAU, BP- Pemerintah Kota Baubau meninjau rencana pembangunan sejumlah fasilitas publik di Kelurahan Sulaa sebagai upaya meningkatkan pelayanan infrastruktur dan akses ekonomi masyarakat. Salah satu program prioritas yang dibahas dalam kunjungan tersebut adalah rencana pembangunan Pasar Sulaa sebagai pusat ekonomi baru. “Walikota Baubau H Yusran Fahim Matangkan Rencana Pasar Sulaa Tata dan Wilayah Pesisir Sebagai Pusat Ekonomi Baru,”

Dalam agenda kunjungan itu, pemerintah daerah juga mengevaluasi potensi reklamasi lahan guna memenuhi kebutuhan ruang bagi lokasi pasar yang direncanakan. Pertimbangan ini muncul setelah dilakukan kajian awal mengenai kondisi kawasan yang akan digunakan sebagai pusat perdagangan.
Walikota Baubau, Yusran Fahim, menjelaskan bahwa meski pembangunan pasar belum tergolong mendesak, fasilitas tersebut sangat dibutuhkan masyarakat untuk menunjang aktivitas ekonomi sehari-hari. Pernyataan itu disampaikan saat melakukan peninjauan langsung pada Kamis, 26 Februari 2026.
Menurutnya, pemerintah telah menentukan lokasi pembangunan, namun perhitungan anggaran sementara menunjukkan kebutuhan dana masih belum mencukupi. Karena itu, pembangunan Pasar Sulaa akan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan pembiayaan daerah.
Wali kota menyebutkan bahwa pasar dengan ukuran sekitar 100 x 100 meter tersebut membutuhkan persiapan lahan yang cukup luas, sehingga opsi reklamasi menjadi salah satu alternatif. Ia berharap kehadiran pasar baru mampu mengurangi kepadatan di Pasar Wameo serta mendekatkan akses belanja warga dari wilayah Kadatua, Batauga, Sampolawa, dan daerah sekitar lainnya.
Selain pembangunan pasar, pemerintah juga menyiapkan rencana penataan kawasan pesisir, termasuk fasilitas tambatan kapal dan perahu nelayan. Penataan ini diharapkan dapat menciptakan aktivitas bongkar muat yang lebih tertib dan efisien.
Sementara itu, Lurah Sulaa, Yusri Syarifudin, mengungkapkan bahwa rencana pembangunan pasar muncul dari aspirasi kuat masyarakat. Keluhan tersebut telah disampaikan warga sejak awal masa kepemimpinan wali kota setelah kunjungan lapangan sebelum pemilihan kepala daerah.
Ia menjelaskan bahwa salah satu persoalan utama warga adalah tingginya biaya transportasi menuju pasar yang saat ini berada cukup jauh dari permukiman. Dengan uang belanja sekitar Rp50 ribu, sebagian besar warga harus menghabiskan hingga Rp40 ribu hanya untuk ongkos ojek pulang–pergi.
Kondisi itu membuat masyarakat hanya dapat membeli kebutuhan pokok dalam jumlah terbatas. Karena itu, kehadiran pasar baru dianggap sangat penting untuk menekan beban biaya hidup warga.
Lokasi pembangunan pasar direncanakan berada di kawasan yang dikenal masyarakat sebagai Topa Pantai, tepatnya di wilayah RT 001 RW 002 Kelurahan Sulaa. Kawasan tersebut dinilai strategis karena berada di jalur penghubung utama antara Kota Baubau dan Kabupaten Buton Selatan.
baca juga:
- Pemkot Baubau Pacu Tender Proyek Infrastruktur dan Penataan Pasar Tahun 2026
- Penataan Pasar dan Infrastruktur Masuk Prioritas Pembangunan Pemkot Baubau 2026
Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan Topa juga berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi skala kecil, termasuk keberadaan toko bahan bangunan dan pedagang harian. Kondisi ini menunjukkan potensi wilayah sebagai pusat pertumbuhan baru.
Lurah Sulaa berharap pasar tersebut juga dapat menjadi solusi penataan pedagang yang selama ini berjualan di sepanjang jalan poros. Aktivitas berdagang di badan jalan telah menimbulkan persoalan ketertiban, estetika, serta gangguan arus lalu lintas di jalur penghubung antarkawasan.
Pemerintah daerah menilai pembangunan Pasar Sulaa memiliki nilai strategis, tidak hanya untuk mempermudah akses kebutuhan pokok masyarakat, tetapi juga untuk mendorong penataan kawasan pesisir dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal.(*)
baca berita lainnya:

Kerusakan di SDN 2 Topa pertama kali kembali disorot setelah kunjungan Wa Ode Hamsinah Bolu, Wakil Wali Kota Baubau, saat menyalurkan bantuan untuk warga terdampak angin puting beliung di Topa. Dalam peninjauan itu, ia menemukan sejumlah ruang kelas yang tidak lagi layak digunakan.
Menurut laporan yang diterima Pemerintah Kota Baubau, termasuk dokumentasi foto dan video yang juga diperoleh Yusran Fahim, sebagian bangunan sekolah mengalami keretakan dan pelapukan. “Kami melihat kondisi bangunan ini memang sudah lama tidak layak dan harus segera ditangani,” ujar Hamsinah.
Pemkot menyatakan, penanganan SDN 2 Topa tidak hanya akan fokus pada bangunan yang rusak. Kajian juga dilakukan untuk menjawab persoalan berkurangnya jumlah siswa dalam beberapa tahun terakhir. Tren tersebut dinilai berpotensi mempengaruhi efektivitas penyelenggaraan pendidikan di kawasan itu.
“Penanganan fisik memang penting, tetapi kami juga perlu melihat keberlanjutan sekolah karena data menunjukkan jumlah siswa terus menurun,” kata Hamsinah dalam kutipan langsung lainnya.
Melihat kondisi tersebut, pihak sekolah kini membatasi penggunaan ruangan yang dinilai berbahaya. Sejumlah ruang kelas yang mengalami keretakan parah tidak lagi dipakai untuk kegiatan belajar mengajar. Sebagian perabot masih berada di dalam ruangan, tetapi tidak digunakan.
Kondisi infrastruktur sekolah yang menua bukan hal baru di Indonesia. Berdasarkan catatan Kementerian Pendidikan, ribuan sekolah dasar di berbagai daerah juga mengalami kerusakan serupa sejak awal program rehabilitasi nasional tahun 1970-an. Secara global, UNESCO mencatat bahwa negara berkembang kerap menghadapi tantangan serupa, terutama terkait pemeliharaan gedung sekolah yang telah berusia puluhan tahun.
Historis kawasan Topa sendiri mencatat beberapa kali bencana angin puting beliung dalam dua dekade terakhir, sehingga berdampak pada sejumlah fasilitas publik, termasuk sekolah. Meski demikian, Pemkot menilai kerusakan SDN 2 Topa bukan hanya akibat bencana terkini, melainkan akumulasi kerusakan bertahun-tahun.

Kajian yang sedang disusun Pemkot Baubau akan mencakup evaluasi struktural bangunan, estimasi kebutuhan anggaran rehabilitasi, serta kemungkinan penataan ulang sistem penyelenggaraan pendidikan di wilayah itu. Pemerintah menargetkan rekomendasi awal dapat dirampungkan dalam waktu dekat.
“Langkah terbaik akan diambil berdasarkan hasil kajian komprehensif, baik untuk keselamatan siswa maupun keberlangsungan pendidikan,” ujar Hamsinah dalam salah satu kutipannya.
Pemerintah juga menegaskan komitmen bahwa keselamatan siswa menjadi prioritas utama. Pemkot akan memastikan setiap keputusan mempertimbangkan faktor keamanan, kenyamanan belajar, dan efektivitas pelayanan pendidikan.
Kajian ini diprediksi akan menjadi dasar penting dalam pengambilan kebijakan jangka panjang, termasuk potensi revitalisasi total atau opsi relokasi jika dibutuhkan. Hal ini sekaligus menjawab kebutuhan publik terhadap fasilitas pendidikan yang aman dan layak di Kota Baubau.
baca juga:
- SD Negeri Tomba Baubau Deklarasikan Stop Bullying Demi Lingkungan Belajar Aman
- Pengawasan PIP Diperketat, Dinas Pendidikan Buton Selatan Minta Sekolah Hentikan Pembagian Merata
Sebagai langkah lanjutan, Pemkot Baubau akan melibatkan tim teknis dan pemangku kepentingan pendidikan dalam proses kajian. Hasil kajian nantinya diharapkan menjadi acuan strategis untuk memperkuat kualitas pendidikan dasar di Baubau.(*)

