BUTON SELATAN, BAUBAUPOST.COM – Aktivitas perjudian sabung ayam yang diduga berlangsung hampir setiap hari di Kampung Kadatua, Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara, memicu keresahan warga. Praktik ini disebut-sebut melibatkan taruhan bernilai puluhan juta rupiah dan dinilai berpotensi mengganggu ketertiban umum. “Taruhan Fantastis Warnai Dugaan Judi Sabung Ayam di Kampung Kadatua – Buton Selatan,”

Keresahan masyarakat semakin meningkat seiring intensitas kegiatan yang terus bertambah. Warga khawatir praktik perjudian tersebut tidak hanya berdampak pada keamanan lingkungan, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah sosial yang lebih luas.
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa aktivitas sabung ayam kini nyaris berlangsung tanpa jeda. “Sekarang hampir setiap hari ada. Yang menang ingin terus menang, sementara yang kalah ingin mengejar kerugian,” ujarnya, Senin (23/3/2024).
Dalam setiap kegiatan, sedikitnya delapan ekor ayam disiapkan untuk diadu. Sebelum pertandingan dimulai, para pemain terlebih dahulu melakukan negosiasi untuk menentukan besaran taruhan yang akan dipasang.
Proses tawar-menawar tersebut kerap menjadi daya tarik tersendiri bagi warga sekitar. Tidak sedikit dari mereka yang awalnya hanya menonton kemudian ikut terlibat dalam taruhan.
“Awalnya hanya lihat-lihat, tapi lama-lama banyak yang ikut pasang uang,” kata warga lainnya. Ia menyebutkan bahwa suasana di arena sering kali ramai oleh penonton dan pemain.
Tak hanya sabung ayam, praktik perjudian di lokasi tersebut juga diduga melibatkan permainan dadu sebagai sarana taruhan tambahan. Permainan ini menjadi alternatif bagi para pelaku untuk memperbesar peluang keuntungan.
Nilai taruhan dalam permainan tersebut bervariasi, mulai dari nominal kecil hingga jumlah besar. Dalam beberapa kasus, total taruhan yang terkumpul dalam satu kegiatan bisa mencapai puluhan juta rupiah.
“Taruhannya tidak main-main, bisa sampai puluhan juta dalam satu kali permainan,” ungkap sumber lain yang mengetahui aktivitas tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, aktivitas sabung ayam di Kadatua awalnya hanya dilakukan pada hari-hari tertentu, yakni Senin, Rabu, Kamis, dan Sabtu. Namun, dalam perkembangannya, frekuensi kegiatan meningkat hingga hampir setiap hari.
Fenomena ini sejalan dengan kecenderungan perjudian sabung ayam di berbagai daerah di Indonesia. Secara historis, praktik sabung ayam telah lama dikenal dalam budaya masyarakat Nusantara, bahkan sejak masa kerajaan sebagai bagian dari tradisi tertentu. Namun, dalam perkembangannya, aktivitas ini sering bergeser menjadi praktik perjudian yang melanggar hukum.
Secara nasional, perjudian telah diatur dan dilarang dalam berbagai regulasi, termasuk Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Aparat penegak hukum secara berkala melakukan penindakan terhadap praktik perjudian, termasuk sabung ayam, di berbagai wilayah Indonesia.
Di tingkat internasional, sabung ayam juga menjadi perhatian karena dianggap sebagai bentuk eksploitasi hewan dan aktivitas ilegal di banyak negara. Beberapa negara bahkan menerapkan sanksi berat terhadap pelaku yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

Kondisi di Kadatua menunjukkan adanya pola yang serupa, di mana aktivitas yang awalnya terbatas berkembang menjadi lebih terbuka dan masif. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan dampak jangka panjang terhadap kehidupan sosial masyarakat.
Warga berharap aparat penegak hukum segera turun tangan untuk melakukan penertiban. Mereka menilai langkah tegas diperlukan agar aktivitas tersebut tidak semakin meluas.
“Kami berharap ada tindakan tegas dari aparat supaya kampung ini kembali aman,” ujar seorang warga.
baca juga:
- Lilin Diduga Pemicu Kebakaran Kios di Lipu, Kios dan Motor Baru Hangus Terbakar, Pemkot Baubau….
- KM Gandha Nusantara 17 Rusak Mesin Hingga Miring 20 Derajat di Laut Maluku Utara, Tim SAR Gabungan Bergerak di Tengah Ombak 3 Meter
Masyarakat juga menginginkan adanya pengawasan yang lebih intensif dari pihak berwenang. Dengan demikian, potensi gangguan keamanan dan ketertiban dapat diminimalkan.
Upaya penindakan dinilai penting tidak hanya untuk menegakkan hukum, tetapi juga untuk menjaga stabilitas sosial di lingkungan masyarakat. Warga berharap situasi di Kampung Kadatua dapat kembali kondusif dalam waktu dekat.(*)
baca berita lainnya:
BAUBAU, BAUBAUPOST.COM – Jumlah penumpang kapal yang tiba di Pelabuhan Murhum Baubau menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026 mulai mengalami peningkatan. PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni memperkirakan total penumpang yang turun dari beberapa kapal yang bersandar pada Selasa (10/3/2026) mencapai sekitar 4.000 orang. “Jelang Lebaran 1447 H Pelni Tambah Armada, 4.000 Penumpang Tiba di Pelabuhan Murhum Baubau, Dipicu Diskon Tiket 30 Persen,”

Kepala Cabang PT Pelni (Persero) Baubau, Djasman, mengatakan lonjakan penumpang tersebut didominasi oleh kapal yang datang dari wilayah timur Indonesia, seperti Balikpapan, Ambon, hingga Papua.
Menurutnya, jumlah penumpang yang tiba di Pelabuhan Murhum memang belum menunjukkan peningkatan signifikan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Namun, untuk kedatangan hari itu, jumlahnya tergolong cukup tinggi.
“Kalau kita lihat dari jumlah penumpang yang turun di Pelabuhan Murhum, memang dibandingkan tahun lalu tidak terlalu signifikan. Namun untuk hari ini termasuk cukup tinggi, terutama dari arah Balikpapan dan Papua, khususnya dari Ambon,” kata Djasman kepada awak media.
Ia menjelaskan, dua kapal besar yang bersandar yakni KM Lambelu dan KM Gunung Dempo membawa sekitar 3.500 hingga 3.600 penumpang yang turun di Baubau.
Jika ditambah dengan penumpang dari kapal lainnya yang juga bersandar pada hari yang sama, maka total penumpang yang tiba di Pelabuhan Murhum diperkirakan mencapai sekitar 4.000 orang.
“Untuk kapal Lambelu dan Gunung Dempo saja diperkirakan sekitar 3.500 sampai 3.600 penumpang yang turun. Kalau ditambah kapal lainnya, total hari ini kemungkinan sekitar 4.000 penumpang,” jelasnya.
Djasman menyebut angka tersebut berpotensi menjadi salah satu puncak kedatangan penumpang selama periode angkutan Lebaran tahun ini di Pelabuhan Murhum Baubau.
Selain itu, ia memperkirakan lonjakan penumpang berikutnya akan terjadi pada 14 dan 16 Maret 2026, saat kapal dari wilayah timur Indonesia kembali bersandar di pelabuhan tersebut.
Sementara itu, pada 17 Maret diperkirakan juga akan terjadi peningkatan penumpang seiring kedatangan kapal berkapasitas besar seperti KM Labobar dan KM Sinabung.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang selama periode angkutan Lebaran, PT Pelni juga menambah armada kapal yang melayani rute menuju dan dari Baubau.
“Sebelumnya kapal yang rutin melayani di sini ada sekitar 11 kapal. Kami menambah dua kapal lagi yaitu KM Bukit Siguntang dan KM Gunung Dempo untuk membantu mengantisipasi lonjakan penumpang,” ujarnya.
Di sisi lain, Pelni juga memprediksi arus balik Lebaran akan didominasi penumpang yang kembali menuju wilayah timur Indonesia seperti Ambon, Ternate, dan Papua, terutama melalui perjalanan KM Ciremai dan KM Labobar.
Untuk meningkatkan minat masyarakat menggunakan transportasi laut, Pelni juga memberikan potongan harga tiket sebesar 30 persen selama periode angkutan Lebaran.
baca juga:
- Operasi Ramadhan, PKL Pasar Karya Nugraha Ditata Satpol PP Baubau
- Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Dipastikan Tampak di Indonesia, Wilayah Timur Paling Jelas, Yuk Catat Waktu dan Durasi Gerhananya
Program diskon tersebut berlaku untuk keberangkatan mulai 11 Maret hingga 6 April 2026 dan dapat dimanfaatkan oleh penumpang di seluruh pelabuhan yang dilayani kapal Pelni.
“Untuk keberangkatan tanggal 11 Maret sampai 6 April, kami memberikan diskon tiket sebesar 30 persen. Program ini berlaku di seluruh pelabuhan, untuk semua kapal dan semua tujuan,” ungkap Djasman.(Prasetio M/Firman)


